Menelusuri Fakta Tentang ” Carok ” Di Madura

”Lebih baik berkalang tanah, ……. mati itu lebih terhormat dari pada hidup mananggung aib/malu” sebuah ungakapan orang Madura.

Carok adalah sebuh istilah ”bahasa” Madura kalau kita difinisikan carok merupakan sebuah adegan, pertarungan, duel, yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana hal itu dilakukan sebagai penebusan malu/membersihkan nama baik. Banyak orang menyebut carok adalah tradisi/kebudayaan orang Madura, namun menurut keterangan guru saya waktu sekolah di MAN Sumenep, ”carok bukanlah budaya/tradisi, carok dikenal oleh orang sebagai budaya/tradisi, hanya kesalahan persepsi” keterangan itu saya dapat dari guru Geografi waktu kelas X.

Menurutnya jika carok disebut sebagai budaya ditinjau dari unsur mana. Sementara budaya itu memiliki sebuah nilai estetika dan etik. Carok tidak ada nilai-nilai yang memuat hal itu. Carok merukapakan sebuah tindakan yang berdasar pada pelampisan dendam, amarah dll. Orang yang melakukan tindakan bercarok karena mereka tidak bisa mengendalikan emosi dan keegoan mereka, mereka disulut api dendam dan amarah tanpa adanya kontrol, dan tanpa berfikir panjang terhadap tindakan yang mereka lakukan.

Istilah carok yang identik budaya madura memang telah merata di seantero jagat. Klaim carok sebagai buda mungkin perlu ditinjau ulang, mengingat tidak unsur estetik dan etik dalam carok itu sendiri. Kalau carok diklaim sebagai budaya, maka muncullah sebuah pertanyaan baru, mngapa carok diklaim sebagai budaya…? bagai mana proses hingga carok diklaim budaya. Disini tidak akan dibahas mengapa carok diklaim budaya. Tapi kita perlu untuk dipahami bersama adalah apa itu budaya.
Lantas bagaimana dengan pemahaman orang yang memangganggap carok sebagai budaya/tradisi Madura, apakah itu salah ..? sebelum dijawab, alangkah baiknya kita mengenal apa itu budaya/tradisi itu sendiri. Waktu di bangku sekolah SMA, kita dikenalkan apa itu budaya dan unsur-unsurnya, (baca sosilogi budaya dan kebudayaan). Sementaa budaya menurut Raymond Williams “satau-tiga kata yang paling rumit dalam bahasa ingris” dia menawarkan tiga definisi yang sangat luas.

Pertama ”suatau proses umum perkembangan intlektual, spritual dan etis,” kalau kita kaitkan dengan keagaman budaya yang ada di Madura kita bisa melihat perkembangan budaya madura dengan merejuk pada faktor-faktor intlektual, spritual, estetis ”filsuf aung” yang kerap dipraktekkan oleh kia’i warok, seniman dan penyair /sastrawan. hal itu merupakan rumusan budaya yang paling sederhana mudah dipahami.

Kedua budaya bisa sebagai ”pandangan hidup tertentu dari masyarakat, pride, aau kelompok tertentu.” jika kita melihat perkembangan yang ada di Madura dengan memaki definisi ini, berarti kita tidak mesti memikirkan faktor intlektual dan estetisnya, namun perkembangan sastra, hiburan, olah raga, dan upacara ritus religiusnya.

Ketiga, wililiam menyatakan budaya bisa merujuk kepada ”karya dan praktek-praktek intlektual, terutama aktivitas atistik” karna dengan praktek-peraktek itulah, fungsi dan nilai bisa ditunjukkan, ada proses produksi, ada proses menciptakan makna tertentu. Defininisi budaya trakir ini mngarah pada apa yang disebut kaum strukturalis dan postruktualis sebagai ”praktek-praktek penandaan” (signifying practices). Dengan melihat beberapa definisi tersebut kita mngin bisa melihat bebrapa contoh dari beberapa budaya yand ada di madura.

Dari beberapa uraian tentang definisi maka kita bisa melihat kedalam, apakah carok masuk dalam katagori yang disebut oleh Williams atau tidak. Williams menyebutkan bahwa budya adalah sebuah proses intlektual, spritual dan etis—dan bagaimana dengan carok itu sendiri. Apakah carok memiliki unsur keintlektualan, apakah juga didalamnya terdapat unsur spritual dan etis, kalau tidak ada maka anggapa orang yang mengklaim carok sebagai budaya madura gugur dengan sendirinya.
Apa yang terjadi carok seperti yang telah disinggung di atas bahwa dalam carok tidak unsur budaya, carok hanya

Apakah tradisi itu budaya..? teradisi bukanlah budaya, karna teradisi hanya sebuah rutinitas masyarakat, dimana dalam tradisi itu sendiri masih belum ada sebuah kesepakat dan penilaiyan baik/buruk. Tradisi lingkupnya lebih mengarah pada individu, dan tidak akan dikenakan sangsi apa pun bagi yang tidak melakukan tradisi itu sendiri. Contoh kecil adalah tradisi orang Madura, membuang sebagian nasi yang diperolah dari selamatan orang mati, hajatan ketika baru baru datang dari hajatan, atau selamatan orang mati, dengan unka ataau hajatan tertentu.. Membuang sebagian nasi merupakan tradisi orang madura, namun dalam tradisi ini hanya sebagian orang yang mengikuti atau melaksanankan. Bagi anak muda tradisi membuang nasi kini jarang dilakukan karna tak ada sangsi apa pun terhadap orang yang melanggar tradisi tersebut. Lain halnya dengan budaya.

Sementara budaya merupakan sebuah subsistem yang menjadi panutan pandangan bahkan jika orang tidak melakukan hal itu diklaim sebagain orang yang tidak baik, atau akan termarjinalkan oleh masysrakat. Taradisi bukan budaya, namun budaya merupakan sebuah tradisi, rutinitas masyarakat dan bagi yang mengingkarinya akn dikenakan sangsi moral. Contoh penyambutan tamu. Orang madura memiliki solidaritas, dan penghargaan yang tinggi terhadap tamu, dan itu merupakan budaya orang Madura. Jika ada orang yang tidak menyambut tamu dengan baik maka dia dianggap tidak sopan oleh orang lain, ada sangsi moral tersendiri.

Lalu bagai mana dengan carok, apakah carok itu budaya. Sepintas pandangan di atas bisa memberikan sebuah pandangan sebagai jawab awal. Kemudian kita melangkah sedikit, memasuki detail carok itu sendiri. Memang carok mereupakan bagian dari sekala yang ada di Madura. Orang Madura dengan letak geografis yang tandus, panas dan gersang, talah membentuk karakter tersendiri terhadap orang-orang Madura itu sendiri.

Dalam cerita rakyat (masyarakat) orang yang bercarok rata-rata mereka memperebutkan salah satu pasangan wanita, atau mengganggu, mengusik rumah tangga orang. Dari situlah muncul sebuah tendensi carok, tendensi itu merupakan sebuah pengejawantahan, atau pembelaan, agar dia disebut jentelmen/jantan (laki-laki). Terjadinya carok terkadang karna dorongan dari famili terdekat, atau sekedar unjuk gigi dengan kelebihan (kekebalan tubuh) yang dimiliki. Contoh kasus sederhana yang terjadi pada salah seorang pelajar SMA Rudi, Dia memiliki pacar kemudian pacarnya selingkuh, dengan laki-laki lain. Pacar Rudi selingkuh dan diketahui teman-temannya, keudian temannya mengadu terhadap Rudi, disitulah terjadi pnghasutan dan sebagainya, yang pada endingnya Rudi bercarok dengan selingkuhan pacarnya.

Rudi melakukan carok karena dia didorong oleh teman-temannya. Karna dorogan dari temanya itulah inseden meregangan nyawa itu terjadi, akhirnya Rudi mendekan dalm penjara akibat perbuatannya. Rudi malakukan bercarok karna dia ingin dipandang sebagai seoranh lelaki yang jentel/jantan. Carok dilakuakn berdasar keinginan dia sendiri, selingkuhan pacar Rudi tidak ada maksud untuk bercarok namun dia hanya ditekan leh keadaan dimana Rudi membabi buta denngan parang yang ia pegang. Kjadian itu tida diinginngan baik oleh lawan Rudi lebih orang lain, atau kedua orang tua mereka.

Sekali lagi carok bukanlah budaya sepeti asumsi orang carok hanya sebagian dari kesalapahan persepsi. Dalam carok tidak ada unsur estitik dan etika. Carok hanya sebuah peristiwa yang muncul dari individu dan dikecam secara umum oleh masyarakat umum, Madura khususnya. Masyarakat Madura seperti yang disampaikan guru sewaktu SMA tidak ada istilah carok menjadi budaya madura. Carok dikalim oleh orang sebagai budaya Madura lantaran kebetulan orang Madura ada yang bercarok namun keberadaan itu bukanlah budaya.

Banyak hal yang bertentangan, jika carok diklaim atau disebut sebagai budaya. Budaya Madura khususnya. Karena orang Madura sendiri tidak mengenal ”menganggap” carok sebagai budaya di Madura, melainkan sebuah pristiwa biasa, yang tidak ada unsur budaya sedikitpun. Karna Bagaimana pun carok bertentangan dengan adat dan kepercayaan orang Madura. Selain itu carok bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku di negara kita indonesia.

Penulis : Mahmudi

Sumber :.http.wordpress

 

Gurih nya Kripik Tete Khas Madura

Keripik Tette adalah camilan dengan bahan dasar singkong yang banyak diminati masyarakat. Disebut “Keripik Tette” karena cara pembuatannya “e tette” (ditumbuk) sampai pipih. Kripik ini hanya dibuat di Pamekasan.

Nur (32), adalah perempuan yang kesehariannya menjual Keripik Tette di area Pasar Gurem, Pamekasan. Warga Naroan ini menceritakan bahwa kripik jualannya sangat gurih.

“Keripik ini enak sekali mas, gak akan rugi pokoknya kalo beli”, rayunya, Kamis (27/11/2014).

Sayangnya, Keripik Tette tidak dipasarkan di toko-toko modern, adanya hanya di pasar tradisional, dan di komplek wisata seperti Batu Ampar dan Api Tak Kunjung Padam.

Harga keripik ini sangat terjangkau, Rp. 7.000/100 keping untuk yang ukuran kecil, dan Rp. 10.000/100 keping untuk ukuran besar. Jadi, Siapa saja bisa menikmati gurihnya Kripik Tette tanpa menguras isi kantong.

Cara menyajikannya cukup mudah, goreng lalu sajikan, lebih nikmat bila disajikan dengan petis Madura. Kripik ini juga sering dibuat oleh-oleh orang Madura yang akan bepergian ke luar kota.(adie/htn)

Biografi Makam ” Aer Mata “

97

Alkisah, … tersebutlah pada jaman dahulu, pada jaman pemerintahan Sultan Agung di Mataram. Pada suatu hari beliau kedatangan rombongan dari Sampang Madura yang dipimpin oleh Panembahan Juru Kiting. Maksud dan tujuan kedatangannya adalah untuk menghadapkan seseorang yang bernama Raden Praseno yaitu salah satu putra Raja Arosbaya yang bernama Raden Koro yang bergelar Pangeran tengah.
Setelah maksud kedatangannya dijelaskan kepada Sultan agung tentang asal usul R. Praseno, kemudian beliau merasa sangat iba dan menaruh rasa sayang kepada R. Praseno. Hal ini disebabkan antara lain karena ia telah ditinggalkan oleh ayahnya ketika ia masih kecil.
Karena itulah kemudian R. Praseno mendapat kepercayaan dari Sultan agung dan diangkat untuk menjadi raja dan diberi kekuasaan di Arosbaya, berkedudukan di Sampang dengan mendapat gelar Pangeran Cakraningrat I menggantikan pamannya yang bernama Pangeran Mas.
Beliau mempunyai seorang permaisuri yang bernama Syarifah Ambami.
Walaupun P. Cakraningrat I ini memerintah di Madura, tetapi beliau banyak menghabiskan waktunya di Mataram, membantu Sultan Agung. Sedang pemerintahan di Madura, selama beliau berada di Mataram, tetap berjalan lancar.
Melihat keadaan yang demikian, istrinya Syarifah Ambami merasa sangat sedih. Siang malam beliau menangis meratapi dirinya.
Akhirnya beliau bertekat untuk menjalankan pertapaan. Kemudian bertapalah beliau disebuah bukit yang terletak di daerah Buduran Arosbaya.
Dalam tapanya itu beliau senantiasa memohon dan berdo’a kepada Yang Maha Kuasa, semoga keturunannya kelak sampai pada tujuh turunan dapat ditakdirkan untuk menjadi penguasa pemerintahan di Madura.
Dikisahkan pula bahwa dallam pertapaannya itu beliau bertemu dengan nabi Haidir AS. Dari pertemuannya itu pulalah beliau memperoleh kabar bahwa permohonannya insyaallah dikabulkan.
Betapa senangnya hati beliau, akhirnya beliau bergegas pulang kembali ke Sampang.
Selang beberapa lama kemudian P. Cakraningrat I datang dari Mataram .
Diceritakanlah semua pengalamannya semenjak suaminya berada di Mataram, bahwa beliau menjalankan pertapaan dan diceritakan pula hasil pertapaannya kepada P. Cakraningrat I.
Setelah selesai mendengarkan cerita istrinya itu, P. Cakraningrat I bukanlah merasa senang, akan tetapi beliau merasa bersedih dan kecewa terhadap istrinya, mengapa beliau hanya berdo’a dan memohon hanya sampai tujuh turunan saja.
Melihat kekecewaan yang terjadi pada diri P. Cakraningrat I ini, beliau merasa berdosa dan bersalah terhadap suaminya.
Setelah P. Cakraningrat I kembali ke Mataram, beliau pergi bertapa lagi ketempat pertapaannya yang dulu. Beliau memohon agar semua kesalahan dan dosa terhadap suaminya diampuni.
Dengan perasaan sedih beliau terus menjalani pertapaannya. Beliau selalu menangis, menangis dan terus menangis, sehingga air matanya mengalir membanjiri sekeliling tempat pertapaannya, sampai beliau wafat dan dikebumikan ditempat pertapaannya, yang sampai sekarang kita kenal dengan nama : MAKAM AER MATA

Daftar Pustaka :
Mestu, Drs. Slamet.2003.SITUS PEMAKAMAN RAJA – RAJA BANGKALAN.Bangkalan:Kasi Kesenian, Pengembangan Bahasa dan Budaya Dinas P dan K Kab. Bangkalan

Pesona Batik Madura

Dari empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) di Madura, sebenarnya semua kabupaten mempunyai pengrajin batik dengan ciri khasnya. Tetapi yang paling intensif dalam pemasaran, dan juga jumlah pengrajin yang cukup banyak ada di dua kabupaten yaitu Bangkalan dan Pamekasan.

Dan, setiap kabupaten mempunyai ciri khas masing-masing. Secara sekilas, batik Bangkalan lebih berwarna gelap dengan pewarnaan alami, desainnyapun cenderung konservatif dan klasik seperti desain lama, corak lebih kasar tetapi detail dan penuh, sedang untuk batik Pamekasan, lebih berani memilih warna-warna yang keluar dari ‘pakem’ seperti orange, hijau menyala, ungu, kuning dan warna pop lainnya. Untuk desain juga, batik Pamekasan lebih berani dan bervariasi dan desainnyapun sangat beragam. Pada batik Pamekasan, biasanya juga diisi dengan ‘serat kayu’ atau istilahnya mo’ ramo’ (akar-akaran) pada bagian yang kosong.

   

Gambar sebelah kiri, batik motif Bangkalan, sebelah kanan, batik motif Pamekasan.

Kalau dibandingkan dengan batik lainnya di nusantara, batik Madura akan kelihatan berbeda. Batik Madura sangat berani dalam warna, kontras dan beradu antar warna, desain tidak monoton dan asimetris, penggambaran desain juga naif dan tidak halus. Desain dan warna Itulah yang menjadikan ciri khas batik Madura yang sekarang ramai diburu.

Harga untuk batik Madura sangat bervariasi, mulai dari kisaran Rp 40 ribuan sampai jutaan, tergantung dari kerumitan desain dan teknik pembatikannya (kalau bahan dapat dipastikan, batik mahal akan memakai bahan yang baik tentunya). Survei ke beberapa tempat penjualan di Bangkalan dan Pamekasan, dengan kisaran harga Rp. 100.000,- kita sudah dapat membawa pulang batik dengan motif dan kwalitas yang bagus untuk dapat kita pakai sehari-hari.

Gambar: Batik Tanjung Bumi Gentongan, motif ‘get oget’..

Batik yang mahal dengan harga jutaan biasanya juga membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya, memakai pewarna yang alami (seperti saga dan mengkudu), dibatik dengan 2 kali proses pembatikan untuk luar dan dalam (sehingga tidak ada luar dalam) dan ditempat tertentu seperti Tanjung Bumi Bangkalan, dilakukan perendaman dalam gentong untuk membuat warna lebih awet dan semakin ‘muncul’ apabila dicuci. Teknik gentongan ada di Tanjung Bumi Bangkalan, dan dikenal dengan batik gentongan.

Jangan ragu-ragu untuk banyak bertanya kepada penjual batik Madura. Biasanya mereka akan menjawab dengan sebenarnya mana batik tulis, batik cap ataupun tekstil motif batik. Bahkan sekarang ada batik tulis dan cap. Misalnya, untuk sebagian latar seperti sulur-sulurnya yang memakan porsi sebagian besar area kain memakai batik cap, dan pengrajin menambahkan bunga-bunganya dengan tulis. Batik kombinasi cap-tulis ini yang sekarang beredar (walau tidak banyak), dan penjual tetap menamainya batik tulis. Untuk itu, tanyailah dengan detail, apalagi khusus pemburu batik untuk koleksi agar tidak tertipu.

Gambar: Kalau tidak teliti, batik diatas bisa batik cap-tulis, sebagian besar isian adalah cap, dan batik tulisnya hanya pada gambar bunganya saja.

Untuk membedakan batik tulis dengan batik cap-tulis, bagi yang teliti bisa dilihat dari coraknya, batik cap pasti ada sambungan, dan batik cap juga monoton dan simetris. Batik cap biasanya sudah ada jahitan pada tepian kainnya, sedangkan untuk batik yang murni tulis, tidak ada jahitan pada tepi kainnya.

Nah, sekarang dimana tempat di Madura yang banyak menjual batik-batik tersebut? Beberapa tempat akan saya tulis dibawah, terutama yang masih berupa pasar tradisional, karena harganya yang relatif lebih murah daripada kita berbelanja di toko atau butik batik Madura yang sekarang menjamur terutama setelah adanya jembatan Suramadu. Ditempat-tempat itu kita akan mendapatkan banyak pilihan motif batik Madura dari berbagai kabupaten. Meskipun kita berbelanja batik di Bangkalan misalnya, kita juga bisa mendapatkan batik dari kabupaten lainnya di Madura. Inilah beberapa tempat itu:

Bangkalan

Bangkalan merupakan tempat yang paling dekat dengan Surabaya, setelah menyeberang Suramadu, kita akan memasuki kabupaten Bangkalan. Karenanya, Bangkalan menjadi tempat yang paling berkembang dengan banyaknya pengunjung setelah Suramadu dibuka. Ada banyak tempat kuliner, toko souvenir dan oleh-oleh khas Madura, juga banyak toko batik yang buka di Bangkalan. Saya hanya menuliskan tempat jualan batik yang masih tradisional, seperti berikut:

   

Gambar: Pasar Ki Lemah Duwur

Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan. Letaknya ada di ring road kota Bangkalan, setelah Hypermart Bangkalan Plaza kalau dari arah Surabaya. Kalau dari jembatan Suramadu, kita menuju ke arah kota Bangkalan, dan kurang lebih 6 KM dari simpang Suramadu, sebelum masuk ke kota Bangkalan ada lampu merah simpang Junok, belok kiri yaitu Jalan Halim Perdanakusuma, dan tidak jauh dari simpang Junok kurang lebih 3 KM setelahnya, kita akan menjumpai pasar Ki Lemah Duwur.

Ada banyak pedagang batik madura di pasar itu, dan ada beberapa toko yang besar dan mempunyai koleksi yang lengkap. Harga sangat bervariasi, mulai dari Rp. 40.000,- sampai sekitar 2 jutaan. Jangan ragu untuk banyak bertanya kepada pedagang dipasar tersebut, mereka cukup ramah dan menerangkan asal kabupaten dari batik tersebut, juga mereka membedakan mana yang tulis, cap, dan tekstil motif batik, juga yang cap – tulis.

   

Gambar: Toko di Tanjung Bumi

Tanjung Bumi Bangkalan. Kalau kita langsung ke Tanjung Bumi Bangkalan, kita bisa langsung ke para pengrajin-nya. Tanjung Bumi merupakan kecamatan di Kabupaten Bangkalan, terletak 46 km ke arah utara kota Bangkalan. Dari arah Suramadu, kalau kita menuju ke Pasar Ki Lemah Duwur, di simpang Junok kita belok kiri, maka untuk menuju ke Tanjung Bumi, di simpang junok, kita lurus terus, dan setelah Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan, ada simpang tiga, belok kanan, dan ikuti jalan besar yang ada. Terus, ikuti jalan besar tersebut, kemudian kita akan bertemu simpang tiga berikutnya lalu belok kanan. Itulah jalan poros menuju kecamatan Tanjung Bumi. Sebelum sampai ke Tanjung Bumi, kita akan melewati kecamatan Arosbaya, Klampis, Sepulu dan baru Tanjung Bumi.

Para penjual batik di Tanjung Bumi tersebar di sekitar pasar Tanjung Bumi. Pada saat masuk ke kecamatan Tanjung Bumi, ada toko batik ‘Sumber Arafat’ yang lumayan besar, dan setelahnya ada beberapa toko yang tersebar baik besar dan kecil. Biasanya pengrajin batik-nya juga ada dibelakang toko tersebut. Ada juga yang seperti rumah biasa. Sebelah Polsek Tanjung Bumi ada jalan dimana beberapa rumah pengrajin batik sekaligus penjual bertempat tinggal. Pada gerbang jalan tersebut tertulis ‘Kampung Batik Desa Paseseh’, dan masuki gang tersebut, kita akan disambut dengan banyak rumah tempat pengrajin batik dan sekaligus showroom dari batik hasil kerajinan mereka.

Kampung Batik 2     Kampung Batik 1

Berkunjung langsung ke Tanjung Bumi kita akan dapat memastikan keaslian dari batik tulis tersebut, disamping kita juga bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Kalau dari segi harga, beda tipis dengan yang dijual di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan.

   

Gambar monumen Arek Lancor dan mural yang menghiasi salah satu sudut kota Pamekasan.

Pamekasan

Diantara kota lainnya, Pamekasan merupakan kabupaten yang paling intensif memasarkan batik, dan ingin mengidentikkan kotanya dengan sebutan kota batik. Pamekasan Kota Batik, itu slogan yang diusung. Dan agar gelar itu pantas disandang, Pamekasan memberikan beberapa ruang khusus untuk pedagang batik berjualan. Gapura dan mural bernuansa batik-pun banyak kita jumpai di Pamekasan, menjadikan kotanya terlihat indah dipandang.

Inilah dua tempat yang disediakan oleh pemda Pamekasan sebagai tempat transaksi batik tradisional.

   

Gambar Galeri batik dan suasana ruang dalamnya

Galeri Batik. Berlokasi di Jalan Jokotole Pamekasan. Untuk menuju ke Jalan Jokotole, apabila anda memasuki kota Pamekasan, dipusat kotanya berdiri monumen Arek Lancor yang merupakan landmark kota Pamekasan, putari monumen tersebut dengan mengambil ke arah kanan, kemudian didepan tower PDAM, belok kanan lagi dan langsung ambil kiri, terus, dan setelah lampu merah perempatan, persis setelah jembatan, disebelah kiri, berdiri gedung Perpustakaan Umum Pamekasan, Galeri Batik berada diarea yang sama dengan Perpustakaan Umum tersebut. Terpampang sign board ‘Galeri Batik’. Gedung dua lantai tersebut dikhususkan untuk para pedagang batik, yang menempati lantai dasar dan lantai dua.

Harganya cukup bersaing. Disamping menjual kain batik, pakaian yang siap pakaipun juga banyak dijajakan. Untuk baju misalnya, dengan minimal Rp. 60 ribu kita sudah mendapatkan baju siap pakai dengan kwalitas yang lumayanlah, kalau ingin lebih bagus, yah lebih mahal lagi dong, hehehehe…

   

Gambar Sentra Batik Pamekasan

Sentra Batik Tradisional Pasar 17 Agustus. Berlokasi di Jalan Pamekasan. Kalau dari arah monumen arek lancor, kita mengambil ke arah kiri, melewati Pasar Sore Pamekasan, kemudian kita akan melewati lurus lampu merah pegadaian, setelahnya, didepan SMK Negeri Pamekasan, ada pertigaan, kita ambil ke kanan, lurus, memasuki Jalan Pintu Gerbang dan setelah sekitar 4 km, disebelah kiri ada pasar dan didepannya ada gerbang dengan tulisan Sentra Batik .

Pada hari-hari biasa ada puluhan pedagang batik yang membuka toko disitu, tetapi pada hari pasaran batik, yaitu hari Kamis dan Minggu, tempat ini akan jauh lebih ramai lagi, dimana pengrajin batik juga banyak yang langsung berjualan. Harga sedikit lebih murah, tetapi pandai-pandailah menawar untuk tempat tradisional seperti ini.

Untuk Sampang, tidak ada pasar khusus bagi pedagang batik, beberapa pedagang batik berpencar membuka toko sendiri, itupun tidak terlalu banyak. Sedangkan di Sumenep, ada pasar khusus untuk berdagang batik, yang akan kami buat tulisannya setelah berkunjung kesana, yah doakan aja ada kesempatan untuk mengunjunginya…

Pesona Tempat Wisata Di bangkalan Madura

Berikut Tempat Tempat Obyek Wisata Di Pulau Madura

1. Bangkalan :

    Makam Pasarean Syaichona Kholil (Selalu ramai dikunjungi wisatawan dari luar Pulau Madura)

    Aer Mata Ibu di Arosbaya (Makam Para Raja Ratusan Tahun Silam)

    Pantai Siring Kemuning ( di Kecamatan Tanjung Bumi )

    Pantai Rongkang ( di Kecamatan Kwanyar Barat )

    Pantai Sembilangan ( dengan mercusuar peninggalan belanda )

    Sentra Kerajinan Batik Madura di Tanjung Bumi (sudah terkenal hingga ke Luar Negeri dan seringnya diekspor)

    Sumber Mata Air Kolla Langgundih ( tetap Tawar meski di dekat laut, dan tidak pernah kering meski di puncak Kemarau)

    Taman Rekreasi Kota ( dengan Danau plus Perahu Motornya dan Kolam tempat Mancing sepuasnya )

    Bukit Geger (wisata alam dan hutan, terdapat 5 goa bersejarah, situs kuno)

2. Sampang :

    Pantai Camplong ( di pinggiran Jalan Raya Utama Sampang, lengkap dengan Hotel, Rumah makan dan Kolam Renangnya )

    Pantai Nipah ( masih tetap perawan dan jarang di explore oleh manusia, banyak dihuni oleh sekawanan Kera )

    Air Terjun Toroan ( mengucurkan air langsung ke pantai Laut Jawa, masih perawan )

    Makam Ratu Ebu di Madegan

    Waduk Klampis di Kecamatan Kedundung

3. Pamekasan :

    Api Abadi atau Api Tak kunjung Padam, Lebih menarik saat Malam dengan bara Apinya ( pernah menjadi tempat pengambilan API PON (Pekan Olaharaga Nasional) tahun 1992 )

    Makam para Raja dan Ulama ( makam Keramat Pasarean Batu Ampar )

    Pantai Talang Siring, dengan potensi hasil lautnya berupa ikan teri, petis, dan rumput laut yang menjanjikan ( Masih Perawan Tuh, ” Ada Yang Mau Berinvestasi disana ? ” )

    Pantai Jumiang ( ini juga masih Perawan, belum ada Perusahaan Pengembang yang menjamahnya, ” Anda Mau jadi pengembangannya ? ” )

    Goa Gentong ( terdapat lembah Ngarai di luarnya; STALAGTIT dan STALAGMIT di dalam Goa nya )

    Arena Pancing di Pelabuhan Branta ( Tlanakan )

    Bumi Perkemahan dan Agro Wisata di Perbukitan Waru Timur (pagentanan)

    Keindahan Monumen Arek Lancor Di malam hari (terletak di pusat kota/Alun-alun Kota Pamekasan)

    Vihara Avalokitesvara, Vihara Terbesar Kedua di Pulau Jawa (terletak di Kecamatan Galis, berdekatan dengan pantai Talang Siring)
    Agro Wisata di Desa Klampar

4. Sumenep :

    Musium Keraton Sumenep (satu-satunya Keraton dengan bukti sejarah paling lengkap dan terawat baik, asli dan tanpa polesan, mengalahkan keraton jogja dan solo )

    Pantai Lombang ( Dihiasi dengan deretan Pohon Cemara Udangnya, hanya terdapat di indonesia dan cina)

    Pantai Slopeng ( selalu ramai dengan wisatawan yang mandi pada hamparan pantai dengan pasir putihnya )

    Makam Para Raja Asta Tinggi ( Makam Para Raja ratusan tahun silam ) dan Asta Yusuf Talango

    Keindahan dan Kemegahan Bangunan Masjid Agung Sumenep yang dibangun tahun 1763 (setelah pembangunan keraton sumenep)

    Island Resort ( wisata kepulauan dengan deretan pulau nan indahnya sejak dari pulau kangean, sapudi, raas, puteran, gili labak, mamburit, genteng, gili iyang, pulau raja, dll)

    wisata pulau juga terkenal dengan Ayam Bekisar dengan warna-warni nan eksotik (hasil penyilangan ayam hutan dengan ayam kampung) dan ukiran kayu Jati buat buah tangan.

    Taman Wisata Pulau Mamburit ( bagi wisatawan yang hobi Menyelam dan menikmati keindahan alam bawah Laut, selain itu digunakan untuk wind surfing berskala nasional dan Internasional)

    Panorama Taman Laut Pulau Gili Labak, terletak antara Pulau Gili Genting dan Pulau Puteran ( biasa digunakan untuk olahraga Bahari, Selam Dasar ( Snorkling/ diving ), dan Selam Profesional ( scuba diving )

Wisata Kerapan Sapi dan Sapi Sonok
Untuk melihat Kerapan Sapi tidak bisa tiap saat. biasanya untuk Lomba Karapan Sapi tingkat Kawedanan/ kecamatan diadakan bulan Agustus-September.
untuk tingkat Kabupaten diadakan pada bulan September-Oktober. Untuk Tingkat Pembantu Gubernur/ Se-Pulau Madura (memperebutkan Piala Presiden RI, yang biasanya disebut “Kerapan Sapi Gubeng” ) bertepatan dengan Bulan Oktober-Nopember.

Selain itu, acara Acara Kerapan Sapi juga bisa bersifat insidental, tergantung permintaan Empunya Yang punya Hajatan.

Untuk Lomba Sapi Sonok, biasanya hanya untuk mengawali acara Lomba Karapan Sapi dan acara-acara

Resi Pengiriman Barang | Bukri Resi Bulan November 2014

Untuk pengiriman ke luar negeri

Bulan Oktober 2014

01. Hayati | Malaysia | Pos Indonesia | EMS : EE 1411634xx ID

02. Nurhayati | Malaysia | Pos Indonesia | EMS : EE 1411634xx ID

Bulan September 2014

01. Ahmed | Timur Tengah | Pos Indonesia | EMS : EE 1456907xx ID

02. Hayati | Malaysia | POS | EE1456908xxID

03. Noorhayati | Malaysia | Pos Indonesia | EMS : EE 1456914xx ID

Bulan Agustus 2014

01. Hayati H | Malaysia | Pos Indonesia | EE 1566632xx ID

Bulan April 2014

01. Hatayai | Malaysia | POS Indonesia | EE 1566615xx ID

02. Nining | Malaysia | POS | EE 1566617xx ID

Bulan Maret 2014

01. Hayati | Malaysia | POS | EE 1456894xx ID

02. Hayati | Malaysia | POS INDONESIA | EE 1566609xx ID

03. Ahmad Rizal | Malaysia | POS Indonesia | EE 1566610xx ID

Bulan Februari 2014

01. Ahmad Rizal | Malaysia | POS | EMS EE:1411634xx ID

02. Hatayai | Thailand | POS Indonesia | EMS : EE 1456894xx ID

Bulan Januari 2014

01. Rizal | Malaysia | POS | 128521233xx

02. Hayati | Malaysia | POS | EE1411634xxxx

Bulan Desember 2013

01. Cheo J | Korea | Pos Indonesia | 400732010xx | EMS : EE 1411561xx ID

02. Norhayati | Malaysia | Pos Indonesia | 128510966xx | EMS : EE 1411633xx ID

03. Hatayai | Thailand | Pos Indonesia | 400732044xx | EMS : EE 141163394 ID

Bulan November 2013

01. Nurhayati | Malaysia | Pos indonesia | 128510763xx | EMS : EE 1411648xx ID

02. Siti Kiptiah | Malaysia | Pos Indonesia | 128510741xx | EMS : EE 141648xx ID

Bulan Oktober 2013

01. Cheo Jeong Ho | Korea | Pos Indonesia | 121157713xx | EMS : EE 1411636xx ID

02. Badaruddin bin Abdul Wahab | Malaysia | Pos Indonesia | 130646226xx | EMS : EE 1411646xx ID

Bulan September 2013

01. Noerhayati | Malaysia | Pos Indonesia | 124333052xx | EMS : EE 1411561xx ID

02. Choe J | Korea | Pos Indonesia | 121157697xx | EMS : EE 1411637xx ID

Bulan Agustus 2013

01.  Mr. Hasan B | Turkey | Pos Indonesia | 130606425xx | EMS : EE1411561xx ID

Bulan Juli 2013

01. Kim BO S | Korea | Pandu Logistik | 301278687xx

Bulan Juni 2013

01. Aysan M | Turkey | Pos indonesia | 129158212xx | EMS : EE 1411560xx ID

02. Eriyana | Hongkong | Pos Indonesia | 129158416xx | EMS : EE 1411561xx ID

03. Hasan B | Turkey | Pos Indonesia | 129158416xx | EMS : EE 1411561xx ID

04. Mr. Hasan B | Turkey | Pos Indonesia | 129158476xx | EMS : EE 1411561xx ID

05. Mr. Hasan B | Turkey | Pos Indonesia | 129123902xx | EMS : EE 1411561xx ID

Bulan Mei 2013

01. Hamimah Hj Sani | Malaysia | Pos Indonesia | 129074609xx | EMS EE 1411558xx ID

02. Norhayati Binti Habas | Malaysia | Pos Indonesia | 129124088xx | EMS EE 1411562xx ID

03. Norhayati | Malaysia | Pos Indonesia | 129134239xx | EMS : EE1411561xx ID

04. Syed Ali | Malaysia | Pos Indonesia | 129134298xx | EMS : EE 1411561xx ID

05. Aysan | Turkey | Pos Indonesia | 129134342xx | EMS : EE 1411615xx ID

Bulan April 2013

01. Noorhayati | Malaysia | Pos Indonesia | 127642486xx | EMS : EE1497043xx ID

02. Mika M | Hongkong | Pos Indonesia | 124296954xx | EMS: EE 1497047xx ID

03. Norhayati | Malaysia | POs Indonesia | 129124026xx | EMS: EE 1497045xx ID

04. Rohayu | Malaysia | Pos Indonesia | 12912445xx | EMS: EE 1411556xx ID

05. Aysan Medikal | Turkey | Pos Indonesia | 129124057xx | EMS: EE 1411557xx ID

Bulan Maret 2013

01. Norhayati | Malaysia | Pos Indonesia | 127642358xx | EMS: EE 1497050xx ID

Bulan Pebruari 2013

1. Era Green Co. LTD | Thailand | Pandu Logistik | 300947669xx

Bulan Januari 2013:

01. Wahyu | Jepang | Pos Indonesia | 129023193xx | EMS : EE 1496981xx ID

02. Rahayu | Malaysia | Pos Indonesia | 125609113xx | EMS : EE 1496997xx ID

===============================================

01 November 2014

1. Tina | Sulawesi Tengah | JNE | 25125186800xx

2. Leny A | Jakarta Selatan | JNE | 25125186900xx

3. Herdawati | Bekasi Timur | JNE | 25125187000xx

4. Arie | Surabaya | JNE | 25125187100xx

5. Durani | Bengkulu | Pos Indonesia | 137859540xx

6. Munir S | Banda Aceh | Pos indonesia | 137859539xx

7. Siti Aisyah | Pekanbaru | Pos Indonesia | 137859540xx

8. Emy | Malaysia | Pos Indonesia | EE 1411634xx ID

9. Mariyati | Hongkong | Pos Indonesia | EE 1411634xx ID

=================================================

03 November 2014

10. Fanny | malang | JNE | 25125186300xx

11. Zainal A | Batam | JNE | 25125186400xx

12. Putri S | Bekasi | JNE | 25125186500xx

13. Elly | Bekasi | JNE | 25125186600xx

14. Zainuddin | Yogyakarta | JNE | 25125186200xx

15. Iva | Pacitan | JNE | 25125185900xx

16. Binta | Nganjuk | JNE | 25125186100xx

17. Atika | Tangerang | JNE | 25125186000xx

18. Rika Dwi | Surabaya | JNE | 25125186700xx

19. Andik | Jombang | Pos indonesia | 137859546xx

20. Rina | Banjarbaru | Pos Indonesia | 137859546xx

21. Djodi | Ketapang | Pos Indonesia | 137859546xx

=================================================

04 November 2014

22. Ibu Zainuna | Palembang | JNE | 25125185800xx

23. Diana | Jakarta | JNE | 25125185500xx

24. Gunawan | Jakarta | JNE | 25125185700xx

25. Budi S | Malang | JNE | 25125185600xx

26. Amsoruddin | Majalengka | Pos Indonesia | 601225032xx

27. Juli | Padangsidempuan | Pos Indonesia | 601225032xx

=================================================

05 November 2014

28. Fitria | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000065356xx

29. Lelo K | Jakarta Utara | JNE | SUBUB000065258xx

30. Nina | Sawangan | JNE | SUBUB000065160xx

31. Yuli I | Jakarta Utara | JNE | SUBUB000065062xx

32. Maya | Bogor | JNE | SUBUB000064948xx

33. Amoy | Jakarta barat | JNE | SUBUB000062172xx

34. Safia | Pasuruan | JNE | SUBUB000062074xx

35. Fanny | Jakarta | JNE | SUBUB000061960xx

36. Feby | Palembang | JNE | SUBUB000061862xx

37. Hilwa | Surabaya | JNE | SUBUB000061764xx

38. Diah | Jakarta selatan | JNE | SUBUB000061666xx

39. Gretia | Padang | Pos Indonesia | 601225033xx

40. titien | Singkawang | Pos Indonesia | 601225033xx

=================================================

06 November 2014

41. Cici | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000068736xx

42. Nur Farida | Sidoarjo | JNE | SUBUB000068834xx

43. Dwi | Ngemplak |JNE | SUBUB000068932xx

44. Erlita | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB00067838xx

45. Raya M | Jakarta Barat | JNE | SUBUB000067936xx

46. Ahmad H | Sidoarjo | JNE | SUBUB000068050xx

47. Paulus | Cibinong | JNE | SUBUB000068148xx

48. Anna | Jakarta | JNE | SUBUB000068246xx

49. Setyoningsih | Semarang | JNE | SUBUB0000684421xx

50. Sofi | Jakarta Timur | JNE | SUBUB000068344xx

51. Lilis | Balikpapan Utara | JNE | SUBUB000069536xx

52. St. Zulaikha | Jepara | JNE | SUBUB000068638xx

53. Nurhadi | Gresik | JNE | SUBUB000068540xx

54. Nuzul H | Makasar | Pos Indonesia | 137859556xx

55. Eka | Pontianak | Pos Indonesia | 137859556xx

=================================================

07 November 2014

56. Ningtyastuti | Madiun | JNE | SUBUB000071565xx

57. Murniasih | Tangerang | JNE | SUBUB000072365xx

58. Nancy | Samarinda | JNE | SUBUB000072561xx

59. St. Muniroh | Bandung | JNE | SUBUB000072757xx

51. Sandra | Depok | JNE | SUBUB000072071xx

52. Salbiah | Cikarang | JNE | SUBUB000071761xx

53. Laily | Pasuruan | JNE | SUBUB000072463xx

54. Wahyu | Jakarta Utara | JNE | SUBUB000071957xx

55. Novi | Surabaya | JNE | SUBUB000072267xx

56. Helena | Bogor | JNE | SUBUB000071663xx

57. Juwita | Kerek Tuban | JNE | SUBUB000072169xx

58. Dena | Sedati | JNE | SUBUB000071859xx

59. Oppie | Tangerang | JNE | SUBUB000072659xx

60. Maria Maroon | Tembilahan | Pos Indonesia | 601225201xx

61. Gufta | Kota Bumi | Pos Indonesia | 601225201xx

62. Rossi | Tanjung pinang | Pos Indonesia | 601225201xx

63. Siti rupiah | Jember | pos indonesia | 601225201xx

================================================

08 November 2014

64. Budi | Bekasi | JNE | 25125176100xx

65. Wulan N | Dumai | JNE | 25125176600xx

66. Ni’am | Surabaya | JNE | 25125176200xx

67. Erna | Bogor | JNE | 25125176700xx

68. Elly R | Sidoarjo | JNE | 25125176400xx

69. yuni | Yogyakarta | JNE | 25125176500xx

70. Lusy | Malang  | JNE | 25125176800xx

71. Ani | Palu | Pos Indonesia | 601225044xx

72. Dika | banda Aceh | Pos Indonesia | 601225044xx

=================================================

10 November 2014

73. Alfia | Palembang | JNE | 25125170800xx

74. Sri M | Jakarta Selatan | JNE | 25125169800xx

75. Yulie H | Tangerang | JNE | 25125170700xx

76. Nelce | Malang | JNE | 25125170600xx

77. Kariani | Makasar | JNE | 25125170500xx

78. Irma S | Jakarta Pusat | JNE | 25125170400xx

79. Tessa | Surabaya | JNE | 25125170300xx

80. Rochmad | Jakarta Timur | JNE | 25125170200xx

81. Iwan K | Denpasar | JNE | 25125169900xx

82. Melda N | Surabaya | JNE | 25125170100xx

83. Juliana | Bandung | JNE | 25125170000xx

84. Ata Eka S | Pontianak | Pos indonesia | 137859564xx

85. Abd Salam | Palu | Pos Indonesia | 137859564xx

86. Galang | Banjarbaru | Pos Indonesia | 137859564xx

87. Farida N | Bontang | Pos Indonesia |137859564xx

=================================================

11 November 2014

88. Ayi | Medan | JNE | 25125171200xx

89. Megasari | Balikpapan Timur | JNE | 25125171100xx

90. Widi P | Magelang | JNE | 25125171000xx

91. Rika | Surabaya | JNE | 25125170900xx

92. Lala | Kalimantan Selatan | JNE | 25125171300xx

93. Indah | Banjarmasin | JNE | 25125171400xx

94. Tony W | Bekasi | JNE | 25125171500xx

95. Mila | Banjarmasin | Pandu Logistik | 302112403xx

96. Bagio | Surabaya | Pandu Logistik | 302112403xx

97. Donny | Sumenep | Pandu Logistik | 302112403xx

98. Irham | Buton | Pos Indonesia | 137859567xx

99. Elisa | Sumedang | Pos Indonesia | 137859567xx

100. Riko | Painan | Pos Indonesia | 137859567xx

=================================================

12 November 2014

102. Pak Lam | Jakarta Timur | JNE | 25125172200xx

103. khoirul ilmiah | Surabaya | JNE | 25125171700xx

104. Hendri | Surabaya | JNE | 25125171800xx

105. Allan | Garut | JNE | 25125171600xx

106. Cici | Jakarta Selatan | JNE | 2512511900xx

107. Devi | Tulungagung | JNE | 25125172000xx

108. Maya H | Magetan | JNE | 25125172100xx

109. Dwi S | Sleman | JNE | SUBUB000080566xx

110. Novita A | Jambi | JNE | SUBUB000080468xx

111. Diah | Tangerang | JNE | SUBUB000080370xx

112. Elys D | Samarinda | JNE | SUBUB000080272xx

113. Widya | Semarang | JNE | SUBUB000080174xx

114. Indah | Sidoarjo | JNE | SUBUB000080076xx

115. Nia | Balikpapan | JNE | SUBUB000079925xx

116. Sandra | Jakarta | JNE | SUBUB000079827xx

=================================================

13 November 2014

117. Mayapan | Jakarta | JNE | SUBUB000085644xx

118. Loudfy | banjarmasin | JNE | SUBUB000085350xx

119. Veronica | Kepanjen | JNE | SUBUB000085252xx

120. Yohan | Surabaya | JNE | SUBUB000085154xx

121. Ernawati | Semarang | JNE | SUBUB000085056xx

122. Juliana | Samarinda | JNE | SUBUB000084256xx

123. Ida | Kuningan | JNE | SUBUB000084158xx

124. Beatrix | banjarmasin | JNE | SUBUB000084452xx

125. Ni Kadek | Kungkung | JNE | SUBUB000084550xx

126. Narti | Cilegon | JNE | SUBUB000084942xx

127. Dadang | Jakarta | JNE | SUBUB000084648xx

128. Nanik | Gresik | JNE | SUBUB000084746xx

129. Nur Wulan | Solo | JNE | SUBUB000084844xx

130. Lidya | Batam | Pos Indonesia | 601225063xx

131. Yulie H | Tangerang | Pos Indonesia | 601225063xx

132. Aan | pangkalpinang | Pos Indonesia | 601225063xx

=================================================

14 November 2014

133. Slamet | Gerung | JNE | SUBUB000088436xx

134. Yanti | Pangkalpinang | JNE | SUBUB000088632xx

135. Lastri | Batam | JNE | SUBUB000088534xx

136. Renza | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000088338xx

137. Nuning | Cikarang Selatan | JNE | SUBUB000088240xx

138. Yusi | Balipapan Timur | JNE | SUBUB000088142xx

139. Ayu | Cikarang | JNE | SUBUB000087832xx

140. Yunita S | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000088044xx

141. Tress QQ | Pontianak | JNE | SUBUB000087734xx

142. Niar | Surabaya | JNE | SUBUB000087538xx

143. Suprayitno | Surabaya | JNE | SUBUB000087636xx

=================================================

15 November 2014

144. Yugo | Denpasar | JNE | SUBUB000091363xx

145. Wahyudi | Jakarta Utara | JNE | SUBUB000091167xx

146. Lina | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000091559xx

147. Dinda | Waru | JNE | SUBUB000091265xx

148. Guru ikin | Martapura | JNE | SUBUB000091461xx

149. Imelda | Tangerang | JNE | SUBUB000091657xx

=================================================

17 November 2014

150. Lia V | Sukabumi | JNE | SUBUB000097927xx

151. Ahmd Mislani | Banyuwangi | JNE | SUBUB000097829xx

152. Nurul Dwi | Bojonegoro | JNE | SUBUB000097731xx

153. Dewi K | Jakarta Timur | JNE | SUBUB000097633xx

154. Sylvi | Pangkalanbun | JNE | SUBUB000097535xx

155. Arif | Jakarta Ttimur | JNE | SUBUB000097437xx

156. Dwi H | Jakarta Barat | JNE | SUBUB000097339xx

157. Dwi L | Slawi | JNE | SUBUB000097241xx

158. Faridah | Balikpapan | JNE | SUBUB000097143xx

159. Melinda | Bekasi | JNE | SUBUB000097045xx

160. Ahmad Yunus | Watampone | Pos Indonesia | 601225222xx

=================================================

18 November 2014

161. Rika Y | Pangkalpinang | JNE | SUBUB000101584xx

162. Hesti | Purworejo | JNE | SUBUB000101192xx

163. Alfia | Palembang | JNE | SUBUB000100980xx

164. Baiyinah | Jambi | JNE | SUBUB000101290xx

165. Yuli | Jakarta timur | JNE | SUBUB000101780xx

166. Leny | Jakarta Pusat | JNE | SUBUB000100882xx

167. Novita | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000101094xx

168. Ikoy | Bandung | JNE | SUBUB000101486xx

169. Rosimah | Musi Banyuasin | JNE | SUBUB000101682xx

170. Atika | Jakarta | JNE | SUBUB000101878xx

171. Juita | Jabung | JNE | SUBUB000101976xx

172. Suwarni | Tuban | Pos Indonesia | 601225224xx

173. Iein | Singkawang | Pos Indonesia | 601225224xx

174. Frederik | Manado | pos indonesia | 601225224xx

175. Dewi d | Tarakan | Pos indonesia | 601225224xx

=================================================

19 November 2014

176. Lisa M | Balikpapan | JNE | SUBUB000104278xx

177. Marina | Jakarta Pusat | JNE | SUBUB000104180xx

178. Dewi R | Depok | JNE | SUBUB000104082xx

179. Wulan N | Dumai | JNE | SUBUB000103968xx

180. Riri | Jakarta | JNE | SUBUB000103870xx

181. Hervi | Pare | JNE | SUBUB000103772xx

182. Mamat | Garut | JNE | SUBUB000103674xx

183. Supriyanto | Jayapura | Pos indonesia | 601225227xx

=================================================

20 November 2014

184. Sri Eko | Jombang | JNE | SUBUB000108948xx

185. Pusporini | Kendal | JNE | SUBUB000109552xx

186. Wanlie | Surabaya | JNE | SUBUB000109062xx

187. Edy | Sumbawa | JNE | SUBUB000109454xx

188. Sujono | Padang | JNE | SUBUB000108262xx

189. Gherrien | Jakarta Timur | JNE | SUBUB000108164xx

190. Mawar | Banjarmasin | JNE | SUBUB000108556xx

191. Khusnul K | Cengkareng | JNE | SUBUB000108654xx

192. Sofia | Jakarta Pusat | JNE | SUBUB000108458xx

193. Sulton | Pasuruan | JNE | SUBUB000109160xx

194. Fatmawati | Palu | JNE | SUBUB000109356xx

195. Elin | Samarinda | JNE | SUBUB000109650cc

196. Rani | Cikarang | JNE | SUBUB000108850xx

197. Yuniarti | Purwokerto | JNE | SUBUB000108752xx

198. Angel | Serpong | JNE | SUBUB000109258xx

199. Nur I | Surabaya | JNE | SUBUB000108360xx

=================================================

21 November 2014

200. Ria | Kamal | JNE | SUBUB000114373xx

201. Linda S | Bekasi | JNE | SUBUB000114275xx

202. Rika Dwi | Surabaya | JNE | SUBUB000114079xx

203. Susanto | Surabaya | JNE | SUBUB000113965xx

204. Hera | Bandung | JNE | SUBUB000114569xx

205. Sherly | Jakarta Barat | JNE | SUBUB000114177xx

206. Fina | Bandung | JNE | SUBUB000114471xx

207. Syifa | Jambi | POs Indonesia | 601225077xx

208. Sri Endah | Bandarlampung | Pos Indonesia | 601225078xx

=================================================

24 November 2014

209. Nyimas | Cikarang Barat | JNE  SUBUB000123570xx

210. Nunu | Jakarta | JNE | SUBUB000122966xx

211. Anie | Banjarmasin | JNE | SUBUB000123178xx

212. Lhia | Kuta | JNE | SUBUB000123276xx

213. Ita | Bogor | JNE | SUBUB000123080xx

214. Aly | Jakarta Selatan | JNE | SUBUB000123374xx

215. W. firdaus | Probolinggo | Pos Indonesia | 601225239xx

216. Titi H | Kotawaringin | Pos Indonesia | 601225239xx

217. Ibu Siti R | Jember | Pos Indonesia | 601225239xx

=================================================

25 November 2014

218. Wati | Tegal | JNE | SUBUB000128550xx

219. Emy | Makasar | JNE | SUBUB000128354xx

220. ani | Bekasi Selatan | JNE | SUBUB000128158xx

221. Agun | Jakarta | JNE | SUBUB000128256xx

222. Anis | Makasar | JNE | SUBUB000128060xx

223. Susanto | Surabaya | JNE | SUBUB000128452xx

224. Mila | banjarmasin | Pandu Logistik | 302182986xx

225. Fitriawati | Medan | Pos Indonesia | 601225904xx

226. Donsi | Gorontalo | Pos Indonesia | 601225904xx

227. Mila | Bontang | Pos Indonesia | 601225904xx

=================================================

26 November 2014

228. Nining | Sidoarjo | JNE | SUBUB000132081xx

229. Rita | Dumai | JNE | SUBUB000131967xx

230. Ani | Surabaya | JNE | SUBUB000131869xx

231. Rien | Surabaya | JNE | SUBUB000131771xx

232. Novi | Sukodono | JNE | SUBUB000131673xx

233. Widya | Gerung | JNE | SUBUB000131575xx

234. Arya | Tarakan | Pos Indonesia | 601225905xx

235. Ade | Sukabumi | Pos Indonesia | 601225905xx

=================================================

27 November 2014

236. Indi | Jakarta | JNE | 2512517900xx

237. Hera | Medan | JNE | 25125157300xx

238. Titik | Pacitan | JNE | 25125157400xx

239. Desi | Palembang | JNE | 25125157600xx

240. Prisca | Malang | JNE | 25125157700xx

241. Dewi | Bogor | JNE | 25125157800xx

242. Jamal | Bandung | JNE | 25125158000xx

243. Windy | Bandung | JNE | 25125157500xx

244. Veronica | Kepanjen | JNE | 25125158400xx

245. Yuli | Bulukumba | Pos indonesia | 601225096xx

246. Juliah | Sumba Timur | Pos Indonesia | 601225096xx

=================================================

28 November 2014

247. Arifin | Depok | JNE | 25125153200xx

248. Putri | jakarta Pusat | JNE | 25125153300xx

249. Ade S | Malang | JNE | 25125153100xx

250. Diana | Tungagung | JNE | 25125153000xx

251. Hj. Rodya | NTB | JNE | 25125153400xx

252. Anita | Cilegon | Pos indonesia | 601225913xx

=================================================

29 November 2014

253. Heru | singosari | JNE | 25125204700xx

254. Elisabeth | Jakarta Selatan | JNE | 25125204800xx

255. Nurul | Makasar | JNE | 25125204900xx

256. Saskia | Landasan ulin | JNE | 25125205000xx

257. Hj. I Dewi | Bandung | JNE | 25125200100xx

258. Handoyo | Surabaya | JNE | 24461016800xx

259. Anna/Hugo | Jakarta Barat | 25125200200xx

260. Rini | Pekalongan | Pos Indonesia | 601225918xx

261. Shanty | Samarinda | pos Indonesia | 601225918xx

=================================================

Adat Perkawinan Orang Madura

Sistem kekerabatan dalam masyarakat Orang Madura sudah tertata baik dan penggunaan istilah dalam keluarga misalnya sudah jelas , antara orangtua, anak serta lainnya yang menyangkut keturunan , seperti nenek, kakek ,paman, bibi , keponakan , ipar, dan lainnya.

Pemisahan tersebut sudah demikian jelasnya sebingga dalam perkawinan misalnya tidak terjadi hal-hal di luar budaya kemanusiaan . Dalam kaitan ini etnik Madura telah mengatur dan membudayakan beberapa hal yang sebenarnya juga dimiliki etnik-etnik lain yang sudah beradap. Dt antara aturan-aturan tersebut dapat klta lihat pada Adat Perkawinan.

Bagi etnik Madura perkawinan merupakan perbuatan yang dimulyakan . Bagi Orang Madura menikahkan anak perempuannya merupakan sesuatu yang memberi “gengsi. Menurut paham “Madura Lama“ makin cepat anak perempuannya menikah makin cepat pula gengsi itu diperolehnya.

Karena itu pada masa lalu banyak dari anak perempuan Madura yang dinikahkan di bawah umur. Tentu saja keadaan seperti itu sangat merepotkan Kantor Pencatat nikah sebab di situ ada aturan tertentu yang membolehkan seseorang melakukan pernikahan , sebut saja bahwa pernikahan bisa dilakukan dalam usia tertentu baik bagi Si Laki-laki maupun Si Perempuan, pasti sekali anak di bawah umur tidak diperkenankan menikah.

Hal ini sudab dipertegas dalam Undang-Undang Perkawinan kita bahwa usia boleb menikah bagi laki-laki paling sedikit berusia 20 tahun dan 16 tahun bagi Si Perempuan.  Perkawinan di Madura pada umumnya melalui proses pertunangan , namun dalam hal perkawinan ini ada hal yang sangat dihindari yaitu pernikahan yang dinamakan :

1.    Robbhu bhata ( Bbs Indonesia : batu bata roboh ) merupakan pernikahan dari dua orang laki-laki bersaudara menikahi dua perempuan yang bersaudara pula.

2.    Salep tarjha ( Bahasa Indonesia : saling menendang, menyilang ). Pernikahan “Salep tarjha ” ini merupakan pernikahan dari dua orang laki-laki dan perempuan bersaudara menikah dengan dua orang laki-laki juga bersaudara.

3.    Mapak Balli (bertemu wali ). Pernikahan ini dinamakan demikian karena ayah dari kedua mempelai bersaudara. ltulah tiga bentuk pernikahan yang sedapat mungkin dihindari oleh Orang Madura.

Tradisi Tunangan Diarak Keliling Desa Dengan Kuda Hias di Bulan Asyuro

Tradisi bertunangan bagi warga Desa Jangkong, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sangat berbeda dengan daerah lain. Bila lamaran tunangan atau hajatan lainnya tepat pada Bulan Asyuro, maka harus mendatangkan kuda lebih dari 27 ekor dan diarak keliling desa setempat.

“Tradisi ini sudah turun temurun dilakukan. Jika punya hajat atau bertunangan pada Bulan Asyuro, harus mendatangkan kuda hias minimal 27 ekor. Jika tidak, akan ada masalah dikemudian hari,” kata Nayatullah Bin Superrang, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Diakui, memang jarang warga yang menggelar hajatan atau melamar gadis pada saat Bulan Asyuro, karena prosesinya membutuhkan pembiayaan yang cukup besar. Bahkan, bila membutuhkan kuda dalam jumlah banyak, harus mendatangkan dari luar Sumenep, semisal dari Bangkalan dan Sampang.

Kuda-kuda yang dihias itu ditunggangi oleh orang yang mempunyai hajat atau yang bertunangan beserta anak-anak dari keluarga besarnya dengan menggunakan “Pangantan Jamang” yakni bagian kepala di pasang sebuah mahkota yang di buat dari rangkaian daun nangka, dan roncean bunga melati.

Aksesoris pengantin agar tampil menarik adalah rumbaian dari roncean daun melati (to’oran dhaun malate) yang digantungkan di leher, serta dilengkapi pula sumping daun kamboja, gelang kaki dan beberapa pelengkap bawaan yang di bawa oleh pengiring.

Musik tradisional berupa saronen juga dihadirkan, sehingga acara tersebut menarik perhatian dan menjadi tontotan gratis warga setempat. Uang saweran pun mengalir saat diarak keliling desa kepada pemilik kuda-kuda hias tersebut. Bahkan, sebagai bentuk kebahagiaan, tak jarang diantara keluarga yang mempunyai hajat, berjoget dengan seorang perempuan cantik yang menggunakan pakaian adat Madura.(htn)

Nikmatnya Wisata Kuliner Ayam Brewok Sakera Khas Sumenep

Makanan ini memang beda dengan makanan ayam pada umumnya. Dalam penyajiannya selalu ada rempah-rempah digoreng kering yang ditabur diatas potongan ayam kampung.

Kuliner yang satu ini bikin ketagihan bagi penikmat makanan khas Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namanya, “Ayam Brewok Sakera”.
Terasa renyah, empuk dan rendah kolesterol. Bumbu diatas potongan ayam itulah yang disebut “Brewok”. Pengambilan nama Sakera lebih identik dengan identitas budaya Madura.

Pemilik Rumah Makan “Ayam Brewok Sakera” Nur Putria Kadarsih mengungkapkan, pemilihan nama Ayam Brewok Sakera karena ingin ada sesuatu yang berbeda.

“Awal didengar orang pasti ingin tahu Ayam Brewok Sakera. Rasanya memang berbeda dan sudah banyak konsumen, baik yang datang langsung maupun yang pesan saat ada acara rapat kantor swasta maupun pemerintahan,” katanya senang.

Rumah makan Ayam Brewok yang beralamat di Jalan Letnan Merta Nomor 16, Karangduak, Sumenep ini tidak hanya menyediakan menu Ayam Brewok, namun ada Lele Brewok, Bebek Brewok, dan Telur Brewok. “Semuanya memang menggunakan brewok. Dan ini menjadi ciri khas disini,” ujarnya.

Dalam satu porsinya, Ayam Brewok hanya dipatok Rp 15.000 (Lima belas ribu rupiah.(htn)

Tempat – Tempat Wisata Di Kab. Bangkalan

Bangkalan merupakan salahsatu dari sekian banyaknya kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur. Bangkalan terletak di ujung paling barat Pulau Madura yakni tepatnya disebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa dan disebelah timurnya berbatasan dengan Kabupaten Sampang dan diselatan berbatasan dengan Selat Madura .
Jika anda sedang mencari lokasi seputar tempat wisata yang ada di bangkalan,dibawah ini adalah beberapa tempat wisata Bangkalan yang mungkin bisa anda jadikan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu liburan anda bersama keluarga.
Pantai Rongkang 
Pantai Rongkang Bangkalan ini merupakian sebuah objek wisata berupa pantai yang terletak di Kwanyar, 10 km dari Dari jembatan Suramadu ke arah Timur menuju Kwanyar. Terdapat bukit berundak bertinggian 20 – 25 mdpl, dengan lampu-lampu kapal pada malam hari.
Pantai Sambilangan 
Pantai Sambilangan ini merupakan sebuah objek wisata berupa pantai dengan hamparan pasir putih yang terletak di Desa Sambilangan, sekitar 7 km dari Kota Bangkalan. Di tempat inilah terdapat Mercusuar yang dibuat pada jaman Belanda itu.
Pantai Siring Kemuning 
Pantai Siring Kemuning ini merupakan sebuah objek wisata bertajuk pantai yang tidak kalah indahnya jika dibanddingkan dengan objek wisata pantai yang ada dikota Bangkalan.Yang mana pantai ini terletak di Desa Mecajah, Kecamatan Tanjung Bumi, dengan pasir putih, tempat bermain anak-anak, sekitar 45 Km arah Utara Kota Bangkalan.
Kuburan Aermata (Air Mata)
Wisata bersejarah Kuburan Aermata (Air Mata) ini terletak di Desa Buduran, Arosbaya, 11 km utara Kota Bangkalan, yang merupakan makam Raja-Raja Madura. Makam ini bertingkat-tingkat seperti kebanyakan kompleks makam raja-raja.
Museum Cakraningrat
Wisata sejarah Museum Cakraningrat ini lokasinya berada di Jl. Soekarno Hatta, sekitar 1.5 km dari pusat Kota Bangkalan, yang menyimpan benda-benda pusaka dan budaya peninggalan Kerajaan Madura Barat.
Batik Tanjung Bumi Bangkalan
Objek wisata Batik Tanjung Bumi Bangkalan ini terletak di Tanjung Bumi yang merupakan sentra batik, letaknya 50 km sebelah utara Bangkalan, dengan motif batik tulis pesisir yang menggunakan warna-warna tajam berani.
Makam Sultan Abdul Kadirun
Wisata sejarah Makam Sultan Abdul Kadirun ini letaknya berada di Jl. Sultan Abdul Kadirun, di belakang Masjid Agung Kota Bangkalan. Raden Abdul Kadirun adalah Sultan Bangkalan II, menggantikan Panembahan Adipati Tjakraningrat I.
Makam Muhammad Syaikhona Kholil
Wisata sejarah Makam Muhammad Syaikhona Kholil adalah sebuah makam seorang ulama besar Madura, salah satu guru dari KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Ia juga mewariskan perahu yang kabarnya masih dirawat dengan baik.
Mercusuar
Objek wisata Mercusuar ini terletak di Ujung Piring, Kecamatan Socah, sekitar 7 km dari Bangkalan, tinggi 78 m, diresmikan Z.W Williem II pada 1879, untuk memandu kapal yang masuk ke Tanjung Perak.
Bukit Geger
Objek wisata Bukit Geger ini terletak di Desa Geger, Geger, 30 Km dari Bangkalan. Ada patung kuno, hutan Akasia, Mahogani, Jati, Lembah Palenggiyan, Situs Pelanggiran, Goa Petapan, Goa Potre, dan lain lain

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Madura

Pakaian Resmi Pria Remaja,  Rakyat Biasa

Nama pakaian

  • Bagian atas : Baju Pesa’an.
  • Bagian bawah : Celana Gomboran.

Perlengkapan pakaian :

 Bagian kepala :

  • Odheng santapan, bahan kain batik biasa, motif telaga Biru atau Storjoan, Warna merah soga. Ukuran sesuai dengan lingkar kepala si pemakai. seperti pada umumnya ikat kepala yang Bentuk berbentuk segitiga.
  • Odheng tapoghan, bahan kain batik biasa, motif bunga atau lidah api. warna merah soga, ukuran sesuai dengan lingkar kepala si pemakai. Bentuk : seperti pada umumnya ikut kepala yang berbentuk segitiga, hanya di bagian atas kepala tidak tertutup.

Pakaian bagian atas :

  • Baju Pesa’an Bahan kain cina (dahulu) kain Lasteng tiu, atau Tetoron (sekarang), motif  polos Warna hitam, ukuran serba longgar tidak pas badan, ukuran pinggang dan pipa celana lebar, menyerupai sarung bila dibentangkan, panjang celana sampai mata kaki. Adapun ciri khas dari celana Gomboran ini pada kelimannya yang lebar ± 15 cm. Bentuk seperti pada umumnya celana panjang bia­sa tetapi tidak memakai kolor.
  • Sarong Bahan : sarong Samarinda memakai bahan sutra sedang sarong plekat terbuat dari katun. Motif : ke-2 sarong bermotif kotak-kotak besar ± 5 cm, warna sarong samarinda berwarna menyolok mema­kai benang emas, sedang sarong plekat berwarna dasar putih dengan kotak-kotak berwarna biru atau hijau, ukuran seperti pada umumnya sarong yang lain. Bentuk : seperti pada umumnya sarong yang lain.
  • Ikat pinggang sabbuk katemang Raja atau sabbuk katemang kalep, bahan kulit sapi, motif polos, warna coklat atau hitam, ukuran seperti pada umumnya ikat pinggang yang lain, bentuk lebar ada kantung di depannya untuk menyimpan uang.

Senjata terbagi atas beberapa jenis :

  • Gelati cap garupu/ mata buatan Jerman. Bahan : besi baja Motif : polos Wama : warna besi baja. Ukuran : vang terpanjang 40 cm. Bentuk : seperti pisau dapur, pada umumnya hanya ujungnya runcing.
  • Piol adalah Gobang yang kecil Bahan : besi baja Motif : polos Warna : warna besi baja. Ukuran : pas dengan badan. Bentuk : seperti pisau dapur pada umumnya.
  • Are/Sabit atau clurit, merupakan senjata kelas menengah Bahan : besi baja Motif : polos Warna : warna besi baja. Ukuran : beratnya rata-rata 450 gr. Bentuk : seperti sabit atau clurit pada umumnya. Are/sabit terbagi atas beberapa kelas.
  • Takabuan terbuat dari besi tempaan bermutu terbuat dari besi bekas keris sehingga pamornya tampak. motif  polos, warna besi, ukuran paruhnya pas lengkung perut, bentuk  melengkung seperti bulan sabit, namun agak lebar di bagian tengah dan tebal di punggungnya. Mata pisaunya (paruhnya) lebar dan kemudian mengecil ke arah ujungnya (ujungnya berbentuk lancip). Takabuan biasanya tidak bersarung kecuali yang berukuran kecil. Hanya bagian paruhnya yang ditutupi oleh sarung yang terbuat dari kulit atau rotan (Madura : Selotong).
  • Lancor ayam/bulu ayam atau Kembang toroy/kembang turi, bahan, loyang biasa hasil tempaan pandai besi, se­dang gagangnya terbuat dari kayu sawo, motif polos , warna paruhnya berwarna besi dan gagangnya ber­warna coklat, bentuk melengkung seperti ekor ayam jago, bagian paruhnya sempit, makin ke ujung makin runcing, ga­gangnya bulat panjang seperti bentuk Takabuan dan biasanya diberi paksei tembus agar lebih kuat, namun ada juga pakseinya yang tidak besi baja polos
  • Gobang Bahan besi baja, motif  pada umumnya tembus, warna besi, ukuran  lebih besar dari piol, bentuk : seperti pisau dapur.
  • Calo Montor merupakan senjata kelas berat, bahan besi bekas keris yang ditempa dan diberi warangan (racun). Motif polos, warna hitam (warna besi), bentuk seperti are tapi mempunyai gagang kayu yang panjang. Calo Montor, macamnya antara Lain 🙁1.) Amparan/Labasan Bahan Besi bekas keris yang ditempa dan diberi warangan. warna besi. Motif polos Ukuran beratnya rata-rata 11 ons. Bentuk seperti Calo Montor tetapi paruhnyamenghadap ke luar. (2.) Clonot Bahan motif polos Warna warna hitam besi Bentuk sama seperti Calo Montor tetapi paruh­nya menghadap ke dalam.

Pakaian Resmi Pria Remaja,  Rakyat Biasa.Alas kaki : Terompah bahan  kulit sapi,  ukuran  sesuai dengan ukuran kaki si pemakai, bentuk terbuka tetapi di bagian ujung depan dan belakang terdapat suatu tali sebagai penjapit yang terbuat dari bahan sama. Fungsi alat penjepit ini untuk pengikat antara ibu jari dengan jari yang lain.

Cara memakai pakaian: mula-mula dikenakan celana Gomboran. Caranya setelah ke dua kaki masuk ke kaki celana, kemudian bagian atas celana dilipat ke kiri lalu ke kanan. Setelah itu dilipat ke arah perut dan digu- lung dari atas seperti halnya memakai sarong, sampai panjang ce­lana menjadi 3/4. Sebagai penguat celana memakai sabbuk Katemang Raja (bagi orang kaya) atau sabbuk katcmang kalep. Ke- mudian untuk bagian atasnya dipakai baju kaos. tetapi kadang- kadang ada yang tidak. Setelah itu baru dikenakan baju Pesa’an. Lalu mengenakan odheng santapan atau odheng Tapoghan. Ada- pun cara mengenakan odheng Tapoghan •

Setelah tepi dilipat maka puncak kain diletakkan terbalik (bagian yang lebar berada di bawali). Puncak kain tersebut di taruh di sebelah kiri atau kanan kepala. Jika si pemakai berjalan maka puncak kain yang lebar itu bila tertiup angin akan menepuk (Madura : Napok) si pemakai odheng Tapo- ghan. Sedang jika memakai odheng Santapen, di bagian atas kepala terbuka sedikit sehingga rambutnya kelihatan. Selain memakai baju Pesa’an dan celana Gomboran, ada juga yang melengkapinya dengan sarong. Bila orang itu mampu, ia memakai sarong Samarinda dan orang biasa memakai sarong plekat. Adapun cara memakainya bila sarong disampirkan di bahu namanya eka sandang dan bila di lilitkan di pinggang namanya eka samhung.

Fungsi pakaian

Pakaian dapat berfungsi praktis bila dilihat dari bentuknya yang serba sederhana, bebas dan ringkas. Pakaian ini tidak hanya dapat dipakai untuk ke acara remo (resmi) tetapi juga dapat dipergunakan di rumah. Fungsi lainnya lagi adalah estetis. Apabila dilihat warnanya, warna merah-putih pada kaosnya kontras dengan warna baju pesa’an yang berwarna hitam. Selain ke dua fungsi itu, masih ada fungsi yang lain, yaitu fungsi khusus. Fungsi ini merupakan cermin dari nilai budaya lokal Madura khususnya untuk rakyat biasa.

Fungsi Sarong

Selain sebagai perlengkapan ibadah (sholat), dapat pula digu- nakan sebagai hiasan baju dengan sara disampirkan di bahu.

Arti simbolis :

Kaos lorek merah-putih mempunyai arti bahwa manusia berasal dari Bopo-Biyung (bapak-ibu). Selain itu warna merah dan putih dengan garis yang tegas melambangkan kegagahan, dari jiwa dan semangat berjuang yang gigih. Berjuang dalam melawan musuh maupun mencari naf- kah.

Warna pakaiannya yang hitam mempunyai arti simbolis sesuatu yang murni. Theori di sini berarti dalam segala tindakan orang Madura tidak ragu-ragu, menunjukkan suatu ketegasan hidup. Apa yang diperbuat sudah diper- hitungkan secara matang

Indah nya Menikmati Wisata Kuliner dan Berburu Souvenir Di Pasar Bangkalan

Pasar Wisata Bangkalan merupakan salah satu tempat wisata belanja yang banyak diminati oleh para wisatawan yang berlibur ke Madura. Pulau di dekat Surabaya ini memang menjadi tujuan wisata yang menarik bagi para wisatawan. Wisatawan yang berlibur ke sana biasanya akan membeli berbagai macam oleh – oleh khas Madura dan mencicipi sajian kuliner khas daerah tersebut.

Tidak dipungkiri bahwa wisata belanja memang seolah – olah telah menjadi suatu agenda wajib saat seseorang sedang berlibur ke suatu tempat. Rasanya kurang lengkap jika berwisata tetapi tidak membeli sesuatu yang khas dari daerah tersebut. Demikian halnya ketika Anda sedang berlibur ke Madura.

Jika Anda sedang berkunjung ke Madura, tidak lengkap rasanya jika tidak menyambangi Pasar Wisata di sana. Pasar wisata tersebut terletak di area Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan atau tepatnya berada di Jl Halim Perdana Kusuma Bangkalan. Sesuai dengan namanya, pasar ini menjadi tempat yang tepat untuk berburu aneka souvenir khas Madura. Berbagai macam pilihan souvenir dapat Anda temukan di pasar ini.

Kehadiran pasar wisata ini memang sangat membantu para pecinta hasil kerajinan batik tulis Madura untuk membeli kain batik khas Madura dan aneka souvenir sebagai oleh – oleh untuk dibawa pulang. Dengan adanya pasar ini, wisatawan tidak perlu repot – repot untuk mencari batik dan kerajinan khas Madura di tempat lain.

Pasar wisata ini tidak hanya menjual berbagai macam souvenir khas Madura, tetapi di sana Anda juga dapat menemukan aneka macam makanan khas Madura yang menarik untuk dicicpi.

Pasar Wisata Bangkalan di Madura ini merupakan salah satu sumber pemasukan untuk pemerintah Kabupaten Bangkalan. Keputusan untuk menjadikan pasar wisata yang berada di pasar tradisional KLD (Ki Lemah Duwur) sebagai tempat wisata belanja bagi para wisatawan merupakan sebuah kebijakan yang tepat yang telah dilakukan oleh RKH Fuad Amin, mantan Bupati Bangkalan.

Kehadiran pasar ini mampu meningkatkan penghasilan daerah. Apalagi dengan adanya jembatan Suramadu, jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Madura, terutama ke Kabupaten Bangkan semakin banyak. Hal itu sangat dirasakan oleh para pedagang yang berjualan di pasar ini.

Jika selama ini Anda menganggap bahwa kain batik tulis hanya dapat dijumpai di Cirebon, Pekalongan, Solo dan Jogja, Anda juga dapat menemukan kain batik yang tidak kalah unik dan cantik di pasar wisata ini. Berbagai macam pilihan kain batik dengan berbagai corak dan harga dapat Anda jumpai saat berkunjung ke pasar ini.

Di Pasar Wisata Bangkalan deretan penjual batik menawarkan barang dagangannya dengan ramah. Batik 0 batik khas Madura cenderung memiliki warna yang cerah dan memiliki corak yang berbeda dari daerah lain. Jika ingin membeli batik di sana, jangan lupa untuk menawar supaya harganya menjadi lebih murah

Monumen Kabupaten Pamekasan ” Arek Lancor ”

Kabupaten ketiga setelah Bangkalan dan Sampang, kita akan sampai di Pamekasan.

Kalau di Jakarta, ada Monas sebagai landmark kota. Paris punya menara Eiffel yang legendaris, patung Liberty menjadi simbol New York. Pamekasan punya monumen Arek Lancor. Penasaran?

Monumen Arek Lancor adalah monumen perjuangan yang merupakan tugu peringatan kepahlawanan rakyat Madura dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Monumen itu berbentuk lima Celurit yang berdiri tegak di pusat kota Pamekasan dan di apit oleh pusat ibadah dua agama terbesar didunia, yaitu Masjid Agung Asy Syuhada’?(Masjid Jami’) yang merupakan tempat ibadah umat Muslim di Pamekasan dan Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul yang merupakan pusat ibadah umat Kristen terbesar di Pamekasan. Secara Geografis, Masjid Jami’ tersebut terletak di sebelah barat Arek Lancor, sedangkan di sebelah timur berdiri tegak Gereja umat Kristen. Kedua umat tersebut hidup berdampingan dengan damai tanpa ada konflik baik dalam kehidupan keseharian termasuk juga dalam peribadatannya. Toleransi itu sangat indah!

Arek Lancor? menjulang di tengah taman yang melingkar sebagai pusat kota pemekasan. Taman itu dilengkapi dengan jalan yang membentuk lafadz Allah. Sebenarnya Arek Lancor merupakan bahasa Madura yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi celurit. Lima kobaran itu berbentuk kobaran api yang saling berhadapan dan terdapat ujungruncing yang mengarah keatas. Arek Lancor merupakan suatu lambang yang mewakili seluruh pribadi masyarakat Pamekasan dan merupakan senjata masyarakat Madura pada umumnya, tidak sebatas digunakan masyarakat Pamekasan.

berrianam_zpsc7f6e823

Masyarakat Madura mengenal celurit pada abad ke-8 M. abad ini adalah abad penindasan pemerintah Belanda terhadap masyarakat jawa timur termasuk juga Madura. Pemerintah belanda memaksa penduduk madura untuk bekerja di sawahnya yang dibelinya secara paksa dan memukul bahkan menganiaya yang berani membantah perintah belanda hingga akhirnya lahir seorang tokoh Madura yang gagah berani melawan penindasan tersebut yaitu “Pak Sakera”.

Ini tokoh legendaris masyarakat Madura yang memunyai jasa besar dalam memberantas penindasan dan membela yang lemah. Sakera sebagai orang yang berani, ia dengan tegas dan tanpa ragu membunuh antek-antek Belanda yang menindas masyarakat lemah. Sedangkan senjata yang digunakannya ialah Celurit. Saat itu lah arek lancor menjadi senjata perjuangan untuk membasmi ketidakadilan serta penindasan. Sejak saat itulah masyarakat yang awalnya tidak berani melawan sifat Belanda dzalim, masyarakat mulai berkobar untuk meghadapi penjajah dengan gagah dan berani dengan menggunakan Celurit. Gerakan masyarakat celurit ini lah yang mampu membuat Belanda kwalahan menganinya.

Sumber : Plat-

Pesona Wisata Bahari Bawah Laut ” Pulau Mamburit ” Sumenep

Judul Artikel : Pulau Mamburit ” Sumenep “

Bagi Anda Yang Memiliki rencana mau liburan ke Pulau Mamburit – Kangean – Sumenep Madura, Yang Salah-satu pulau kecil di Sumenep adalah mamburit. Pulau ini memiliki pemandangan laut yang sangat indah. Selain itu , air lautnya sangat jernih dihiasi terumbu karang dan pasir putih. Untuk sampai ke pulau Mamburit , hanya membutuhkan waktu sekitar 20 Menit dari pelabuhan batu guluk, pulau Kangean . Pulau Mamburit adalah salah-satu dusun, dari desa mamburit, kecamatan arjasa pulau kangean Sumenep . Pulau ini merupakan salah satu diantara 126 pulau yang dimiliki Sumenep yang dikelilingi tiga pulau kecil tanpa penghuni.

Pulau ini, dihuni sekitar 150 kepala keluarga, yang mayoritas hidup dari hasil laut. Air pantai yang jernih dan terumbu karang serta pasir putihnya, membuat pulau mamburit memiliki potensi besar untuk dijadikan objek wisata bahari.

Bupati Sumenep mengakui, pulau mamburit memang memiliki potensi wisata yang luar biasa, namun untuk mengembangkannya, masih terkendala oleh sarana transportasi. Pemerintah kabupaten Sumenep saat ini tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah kabupaten yang jaraknya beredekatan, untuk membangun pelabuhan.

Garam Menjadi Bagian Dari Budaya Madura

Garam sangat dibutuhkan oleh manusia. Bagi tubuh manusia, garam merupakan salah satu unsur yang essensial. Karena itu, sejak manusia mengenal garam, maka garam tidak bisa dipisahkan dari konsumsi manusia. Garam ada yang dibuat dari air laut, seperti di negara kita. Pada lokasi tertentu yang air lautnya memiliki kepekatan tinggi, masyarakat mengolahnya menjadi garam dengan sistem penguapan ( solar evaporation). Sementara itu pada beberapa negara lain, garam diperoleh dengan cara menambangnya.

kadarisman sastrodiwirdjo

Pada perkembangan berikutnya, ternyata garam tidak hanya dibutuhkan unutuk dikonsumsi, melainkan juga untuk industry. Banyak industry yang membutuhkan garam, seperti industry pangan, farmasi, pengasinan, industry kulit, dan yang tidak banyak diketahui orang, adalah pengeboran minyak. Untuk pengeboran minyak ini dibutuhkan garam dengan jumlah besar dengan kualitas prima.

Di negara Indonesia sentra usaha garam menyebar. Mulai dari aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara sampai ke wilayah timur Indonesia, banyak ditemui sentra-sentra usaha garam. Luas area seluruhnya sekitar 19.664 Ha. Sekitar 63% dari areal itu ada di Jawa Timur.

Sementara itu, luas arel penggaraman di Madura, sekitar 11.695 Ha. Berarti Madura memiliki areal penggaraman yang terluas diseluruh Indonesia. Karena itulah mengapa sejak dulu kala Madura dikenal sebagai pulau garam.

SEJARAH GARAM DI MADURA

Menurut Mahfud Effendi dan Yoyok R. Effendi dalam buku Profil Garam Madura (2009), garam diperkenalakan oleh seorang tokoh legendaries bernama Pangeran Anggasuta pada awal abad XVI. Konon tokoh ini muncul ketika ada perang antara kerajaan Klungkung Bali dengan Raja Sumenep. Ketika tentara Bali dalam posisi terdesak, muncullah Anggasuta yang menjadi penengah dan sekaligus menjadi penjamin. Beliau meminta kepada Raja Sumenep, agar pasukan Bali tidak dihancurkan. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Raja Sumenep.

Demikianlah, selanjutnya setelah Anggasuta menetap di Girpapas Sumenep, beliau mengajarkan kepada masyarakat cara membuat garam dari air laut, dengan sistem penguapan ( solar evaporation ). Sistem ini berlanjut sampai sekarang. Hal ini dimungkinkan karena kadar air laut di selat Madura memiliki kepekatan yang cukup tinggi. Kemudian garam berkembang di pesisir selatan Sumenep, dan terus merambah ke Pamekasan dan Sampang. Di Pamekasan, pengelolaan garam dilakukan oleh masyarakat pantai selatan yaitu di Kecamatan Pademawu, Galis, dan Tlanakan.

Kebijakan pemerintah mengenai garam berubah-ubah sesuai dengan kepentingan pemerintah pada waktu itu. Pada zaman Hindia Belanda garam dinyatakan sebagai komoditas monopoli, artinya bisa memproduksi garam hanya pemerintah. Di Kalianget Sumenep, Krampon dan Mangunan didirikan pabrik garam bricket.

Bentuknya khas, seperti “kennong” pada gamelan. Disamping itu ada garam curai dan garam halus yang disebut garam meja. Kemudian pada zaman kemerdekaan, pemerintah RI menasionalisasi perusahaan garam, menghapus monopoli, dan rakyat diperkenankan mengelola garam yang disebut “ garam rakyat “.

GARAM DAN BUDAYA MADURA

Mengamati perjalanan panjang sejarah hubungan antara orang Madura dengan garam, maka nampak bahwa hubungan antara keduanya berjalin kelindan. Orang Madura tidak bisa dipisahkna dengan garam, sehingga tepatlah kalau dikatakan bahwa garam merupakan bagian dari budaya Madura. Bukti-bukti tentang hal itu ditemui dalam berbagai ungkapan atau petatah -petitih Madura.

Apabila kita cermati, banyak ungkapan atau peribahasa Madura yang mengaitkan perilaku orang dengan buja (garam). Dalam buku Parebasan dan Saloka Madura kumpulan tulisan Oemar Sastrodiwirjo dijumpai beberapa ungkapan sebagai berikut: Ta’ enning pentae buja (tiak bisa dimintai garamnya) yang menunjuk pada orang pelit. Sedang watak orang yang sulit menerima nasehat yang baik, dikatakan: ta’ nyerrep buja accem asam garam yang biasanya dibuat obat, tidak bisa meresap kedalam tubuh). ta’ nemmo buja e betton (tidak menemukan garam di pelataran) untuk menggambarkan orang yang selalu dianggap sebagai sumber kesalahan. buja ebuwang ka tase’ atau ambujai saghara (membuang garam ke laut) menggambarkan pekerjaan yang sia-sia.

Orang Madura dalam mengatakan kecantikan seorang gadis, menggunakan istilah yang berbeda dengan etnis lain. Kalau etnis lain menyebut ‘hitam manis’, orang Madura menyebutnya Celleng seddha (hitam sedap). Hal lain yang khas dari Madura adalah sambal. Dikalangan orang Madura sambal yang favorit adalah buja cabbhi yaitu garam yang diuleg dengan lombok. Makan menjadi lahap apabila dilengkapi dengan sambal tersebut. Kata buja cabbhi kemudian dipakai sebagai istilah untuk mengukur jumlah uang.

Misalnya kalau kita menanyakan besarnya penghasilan seseorang, dia secara diplomatis akan mengatakan cokop kaangghuy melle buja cabbhi (cukup untuk sekedar membeli sambal garam-lombok). Masih banyak lagi ungkapan Madura yang mengaitkan garam dengan perilaku sehari-hari.

Bukti-bukti diatas kiranya sudah cukup untuk menguatkan kenyataan bahwa garam memang merupakan bagian dari budaya Madura. Implikasi dari hal ini adalah dalam hal pengelolaan garam. Orang lain dalam mengelola garam mungkin saja melihatnya semata-mata dari aspek keuntungan. Kalau untung ditangani, kalau tidak ditinggal. Beda dengan orang Madura yang mengelola garam bukan diukur dari untung rugi.

Alhasil, sampai kapanpun orang Madura akan tetap mengelola garam bukan semata-mata karena sebagai sumber penghasilan, melainkan lebih sebagai bagian dari hidupnya.

*) Pengamat Budaya Madura