Yuks… Nikmati Oksigen Terbaik Di Pulau Giliyang Madura

Judul Artikel : Kindahan Pulau Giliyang

Bagi Anda yang punya hobi berwisata, sebaiknya jadwalkan kunjungan ke Pulau Giliyang, salah satu dari banyak pulau di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, JawaTimur

bersyukurlah warga yang tinggal di Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep Madura. Soalnya dari hasil penelitian tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN akhir Juli 2006 lalu, yang kemudian dilakukan kaji ulang pada 27 Desember 2011 lalu oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Sumenep dan Jatim serta pihak BAPEDDA menunjukkan bahwa Pulau Giliyang satu – satunya pulau yang mempunyai oksigen terbaik di dunia sehingga tepat bila kawasan itu dijadikan wisata kesehatan.

Sebagai gambaran, dari hasil penelitian Pulau Giliyang memiliki konsentrasi oksigen sebesa 20,9% dengan level explosif limit (LEL) 0,5%. Nilai kandungan tersebut berbeda dengan wilayah lain yang mempunyai nilai konsentrasi oksigen 20,9% dan LEL 0,0%. Ketika dikaji ulang, hasilnya pun sama yakni oksigen di pulau tersebut antara 3,3 hingga 4,8 persen atau diatas normal.

Pulau yang memiliki luas 9,15 km persegi itu terdiri dari dua desa, yakni Desa Banraas dengan 4.200 jiwa penduduk dan Desa Bancamara mempunyai 3.860 jiwa penduduk. Untuk mencapai lokasi bisa ditempuh dengan perjalanan laut dari Pelabuhan Dungkek menggunakan Perahu Motor milik nelayan setempat dengan waktu tempuh maksimal 1 jam.

Tarif yang dipatok hanya Rp.8.000 – Rp.15.000 per orang untuk sekali jalan. Dari Pelabuhan Dungkek dilayani siang hari dan pagi hari dari Pelabuhan Giliyang. Para nelayan juga melayani carter perahu dengan tarif Rp.200.000 pulang pergi (PP)

Para pengunjung yang sudah sampai di Pulau Giliyang, dapat memanfaatkan jasa ojek untuk keliling pulau lewat darat dengan tarif  Rp.35.000 per orang. Sekitar 30 menit, sudah cukup berkeliling pulau tersebut.

Disebelah timur terdapat tebing. Warga setempat menyebutnya “Batu Kundang” dan cocok untuk menjadi tempat mancing. Batu mirip pilar bangunan menjulang tinggi keatas itu sering menjadi lokasi istirahat para wisatawan. Tak jauh dari lokasi itu juga terdapat 10 Goa Air. Tujuh goa berada di desa Banraas dan tiga goa lainnya masuk wilayah Bancamara.

Untuk pesisir laut yang berpasir berada di Desa Bancamara bagian selatan dan Desa Bancamara bagian utara. Hamparan pasir putih dan tidak lengket itu membuat para pengunjung semakin betah menikmati keindahan pantai Pulau Giliyang. Pengunjung juga bisa berkeliling pulau lewat laut dengan menggunakan carteran perahu rakyat dengan tarif Rp. 200.000 yang berkapasitas 10 orang.

Pada malam hari jauh lebih terasa nyaman yan sunyi. Penerangan listrik swasta dan sebagian lainnya dari tenaga surya membuat ketenangan lahir dan batin. Rumah warga dan fasilitas pemerintahan desa yang selalu siap disewakan bagi pengunjung, juga dapat menekan pengeluaran kocek. Rumah warga yang disewakan tidak menentukan tarif. Mereka menerima imbalan seikhlasnya.

Namun ihwal Pulau Giliyang kurang dipromosikan sebagai lokasi wisata andalan. Padahal banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Bali menyempatkan diri ke Pulau Giliyang. Mereka menjuluki Pulau Giliyang dengan sebutan Thousand Nice Island.
Kemampuan keuangan daerah yang terbatas membuat potensi alam Giliyang terabaikan. “Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur mau membantu kami mengelola Giliyang, sekaligus dijadikan salah satu wisata andalan Jawa Timur.
Sumber : anto prasetyo

(Visited 129 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *