Wisata Religi Panembahan Ronggo Sukowati Pamekasan

Judul Artikel : Mengenal Makam Salah Satu Tokoh Pamekasan Yang Berperan Penting

Salah satu tokoh Pamekasan yang berperan penting dalam sejarah Pamekasan adalah Pangeran Ronggosukowati. Ia adalah raja dari keraton Mandilaras sejak tahun 1530.

Madura banyak menyimpan tempat wisata religi yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi adalah situs makam Pangeran Ronggosukowati ini.

Tempat ini merupakan komplek makam pangeran beserta keluarganya yang mana beliau merupakan pendiri Kabupaten Pamekasan dan juga merupakan Raja Islam pertama di Pamekasan.

Lokasi Dan Transportasi

Situs makam pangeran RonggoSukowati ini berada sekitar satu Kilometer sebelah Utara dari alun-alun Kota Pamekasan atau lebih tepatnya berada di Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Karena lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat kota maka transportasi bukanlah hal yang sulit. Anda dapat mencari angkutan umum yang menuju kesini, untuk ongkos naik angkot rata-rata sekitar Rp 3.000*) per orang sedangkan jika anda naik ojek maka ongkos yang ditawarkan sering berbeda-beda, tergantung dari seberapa jauh jarak yang akan di tempuh.

Untuk itu anda dapat tawar-menawar harga terlebih dahulu dengan sopir ojeknya. Semakin anda pintar menawar maka semakin murah pula harga yang bisa anda dapatkan..
Jika anda memiliki dana lebih dan ingin lebih nyaman ataupun memang datang berombongan, maka tidak ada salahnya untuk menyewa mobil.

Di kota Pamekasan banyak tersedia jasa penyewaan mobil yang bisa anda sewa dengan harga bermacam-macam, tergantung dari jenis mobilnya. Biasa jenis mobil yang disewakan adalah APV, Xenia, Avanza dan Innova. Harga sewanya berkisar antara Rp 500.000*) – Rp 600.000*) per harinya untuk waktu pemakaian selama 12 jam, sudah termasuk dengan sopir dan bahan bakarnya. Jadi anda hanya tinggal duduk dan memberi tahu sopir kemana hendak tujuan anda.

Wisata Dan Sejarah Singkat

Bagi masyarakat Madura terutama masyarakat Pamekasan pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Pangeran RonggoSukowati. Beliau merupakan keturunan atau cicit dari Ki Ario Mengo yang merupakan tokoh perintis kekuasaan daerah Pamellengan.

Pada tahun 1530 Ki Ario Mengo menurunkan tahta kekuasaan kepada RonggoSukowati dan saat itulah sejak kekuasaan beliau nama Pamellengan di ubah menjadi Pamekasan. Semasa pemerintahan Pangeran RonggoSukowati, beliau dikenal sebagai pemimpin yang pemberani, bijaksana dan taat dengan ajaran Agama Islam yang di anutnya.

Hal inilah yang membuat beliau begitu disegani oleh bawahannya. Begitu pula dengan rakyatnya, jika pangeran memberikan titah maka seluruh rakyat pun tak segan akan segera melakukannya. Hal lain yang lebih disenangi dari beliau adalah sebelum akan melakukan suatu tindakan maka beliau akan mengajak seluruh ulama dan para tokoh untuk bermusyawarah, meminta saran yang baik dan mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Semasa pemerintahannya, Pangeran RonggoSukowati sudah banyak melakukan pembangunan demi kepentingan Pamekasan. Sekarang ini beberapa peninggalannya yang masih bisa kita lihat sampai sekarang diantaranya adalah Masjid Jamik dan taman kota.

Beberapa nama daerah pun Beliau yang memberi namanya, seperti Kolpajung, Pongkoran, Pangerangan, Menggungan dan beberapa daerah lainnya.

Berkat kebaikan dan keberanian yang ada di dalam diri Beliau maka tidaklah heran jika sampai sekarang ini rakyat tetap menaruh bangga dan hormat kepadanya. Pernah dulu seorang yang bernama Lemah Duwur yang berasal dari daerah Arosbaya menaruh rasa iri dan dengki terhadap kesuksesan Pangeran.

Atas segala tindakan yang sudah dilakukan Lemah Duwur akhirnya Pangeran mencarinya dan sempat menghunuskan senjata andalannya ke sebuah pohon. Sejak saat itulah tersiar kabar bahwa Lemah Duwur sudah meninggal dunia. Karena kejadian ini Pangeran lalu membuang senjatanya ke sebuah kolam sampai akhirnya terjadilah peristiwa Kolam Si Kool.

Pada tanggal 1 Agustus 1624 terjadilah perang yang bernama perang Puputan. Peperangan ini terjadi karena Pangeran Menentang atas permainan politik busuk dari Sultan Agung yang berasal dari Mataram. Pangeran RonggoSukowati pun akhirnya gugur dalam peperangan tersebut.

Sampai sekarang ini situs Pangeran RonggoSukowati yang mana merupakan komplek pemakaman Islam tertua di Madura tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Tidak hanya dari wisatawan lokal, bahkan wisatawan luar daerah pun sering datang kesini. Mereka yang datang biasanya selain untuk mengunjungi makam, juga karena tertarik dengan cerita sejarah beliau sehingga ingin mendengarnya langsung dari masyarakat setempat.

Tips
1. Berangkatlah kesini pada pagi hari agar waktu anda untuk melihat dan mempelajari situs ini dapat lebih panjang.

2. Gunakanlah pakaian yang sopan seperti memakai celana panjang dan baju yang tertutup. Bersikaplah pula dengan sopan, hormati kearifan lokal yang berlaku pada masyarakat sekitar

3. Bertanyalah kepada petugas setempat atau kepada orang yang lebih di tuakan disana jika anda ingin lebih tahu mengenai sejarah hidup pangeran RonggoSukowati ini.

4. Bawalah barang anda secukupnya saja, jangan sampai malah membuat repot perjalanan. Jangan lupakan pula kamera dan buku catatan untuk mendokumentasikan perjalanan anda.

Banyak manfaat yang bisa di ambil saat anda berwisata sejarah. Selain dapat menyegarkan pikiran, anda pun akan memperoleh ilmu pengetahuan tentang cerita sejarah yang berkembang di suatu daerah. Jika anda sedang merencanakan untuk berlibur ke Madura maka pastikan situs Pangeran Ronggosukowati ini masuk dalam daftar destinasi wisata anda. Ajaklah serta teman dan keluarga anda agar perjalanan semakin menyenangkan. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Diharapkan warga dan pemkab Pamekasan lebih proaktif dalam memperkenalkan wisata-wisata di Pamekasan dan menjaga tempat wisata yang ada di pamekasan. Termasuk pemanfaatan makam Ronggosukowati sebagai objek wisata religi sekaligus sejarah.

Sumber : Jalan2.com//

(Visited 499 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *