Macam – Macam Pernak – Pernik Di Pulau Madura

Image result for pernak pernik khas madura
Wisata ke Pulau Madura tak lengkap jika tidak memburu oleh-oleh khasnya. Di pintu masuk Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), berjejer pernak-pernik hingga panganan khas pulau di timur Jawa ini.

Pulau Jawa dengan Madura saat ini telah dihubungkan dengan sebuah jembatan megah. Namanya Jembatan Surabaya-Madura atau yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Suramadu. Jembatan sepanjang 5.438 meter ini menghubungkan antara Kota Surabaya, Jawa Timur dengan Pulau Madura.

Di ujung jembatan, tepatnya di pintu masuk dari Pulau Madura, berjejer toko suvenir khas pulau di timur Jawa ini. Puluhan toko menjajakan berbagai macam pernak-pernik dan panganan khas Madura. Maka tak heran jika kawasan ini selalu ramai pengunjung.

Salah satu pernak-pernik yang dijual adalah sabit dan pecut berukuran kecil. “Pernak-pernik seperti ini paling favorit dicari pengunjung. Biasanya kita punya Sakera dan Marlena, tapi kalau musim libur seperti ini pasti sudah langsung habis diborong,” ungkap salah seorang pramuniaga toko, Sugeng saat bincang singkat dengan detikTravel, Kamis (23/8/2012).

Sakera dan Marlena adalah dua boneka khas Madura yang memang sering dijadikan sebagai buah tangan. Sakera adalah pria Madura yang mengenakan kaus bergaris merah dan putih yang ditutup dengan kemeja hitam. Lain halnya dengan Marlena, gadis Madura yang mengenakan baju adat seperti kebaya.
Dan Bagi Peziarah Anda Juga Bisa Menjumpai Berbagai aksesoris khas Madura  di kawasan wisata religi, Pesarean (makam) KH. Moh. Cholil, Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Para pedagang kaki lima menjual, aneka barang aksesoris, mulai dari kuliner, baju adat Madura, alat adat Madura, semisal sabit (pisau melengkung), dan celurit serta barang lainnya. Pedagang ini, selain asli Bangkalan ada yang dari Sumenep.

Para peziarah membeli aneka ragam aksesoris itu usai melakukan ritual di makan KH. Moh. Cholil.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu jualan disini laris manis. Apalagi hari Kamis. Hampir semua jenis dagangan laku,” kata Romli, salah seorang pedagan.

Patokan harga tidak sampai menguras kantong. Para pedagang disana memberikan harga yang ekonomis

(Visited 682 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *