Menyambut Malam Lailatul Qodar Dengan Membakar Luk Culuk

Judul Artikel : Guys Satu Lagi Yang Unik Dari Tradisi Pulau Madura  😉 …!!!

Dan Lagi Ada Satu Tradisi Pulau Madura Pada Bulan Puasa Yang Patut Kita Simak,Seperti Salah Satu Di Bawah Ini Tradisi Luk Culuk.

Berbagai cara untuk menyambut datangnya malam laitul qodar “Malam Seribu Malam” yang dipercayai datang pada tanggal ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan, ratusan pemuda dan anak-anak desa Langkap, kecamatan Burneh Bangkalan, Madura, menggelar tradisi Luk Culuk dalam bahasa Madura menyalakan ober secara bersama-sama datang kelapangan.

Tradisi tersebut merupakan warisan dari leluhur mereka yang digelar hanya setiap tahun pada tanggal ganjil bulan ramadhan, setelah buka berbuka hingga menjelang adzan isya’, dimana ratusan pemuda dan anak-anak dari berbagai kampung di desa Langkap berbondung-bondong datang ke lapangan yang telah menjadi tempat luk culuk setiap tahunnya, dengan membawa obor dari rumahnya masing-masing, setelah tiba di lapangan mereka meneriakkan yel-yel luk-culuk secara bergantian dari setiap kampung.

“Tradisi ini sudah rutin tiap malam dua puluh satu dan dua puluh tujuh di gelar oleh pemuda dan anak-anak desa Langkap yakni mengingatkan masyarakat untuk menyambut malam lailatul qodar,” ungkap M. Amin, salah satu tokoh masyarakat desa Langkap, Burneh,

Amin menjelaskan, tradisi luk culuk atau menyalakan obor secara bersama-sama tersebut hanya dilakukan di desa Langkap, sedangkan di desa lain yang ada di kecamatan Burneh tidak ada, karana sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur yang harus di pertahankan sehingga anak-anak kecil juga diikutkan sertakan ke lapangan dengan membawa obor bersama-sama.

“Budaya atau tradisi ini di mulai habis buka puasa dan menjelang sholat isyak, dan setelah itu para pemuda dan anak-anak pergi ke masjid atau moshalla untuk melaksanakn sholat isyak dengan dilanjutkan sholat tarawih dan tadarus bersama,” ujarnya.

Sementar itu, Sohibul Hikam, salah satu pemuda asal desa Langkap mengatakan, bahwa dirinya berserta teman-teman seusainya sejak siang hari sudah menyiapkan dan membuat obor yang terbuat dari pelepah pepaya dikasik minyak tanah sehingga setelah buka puasa sudah siap di bawa kelapangan.

“Tradisi ini hanya sekedar untuk mengingatkan atau menandakan pada masyarakat bahwa bulan ramadhan sudah masuk sepuluh terakhir, yang harus di manfaatkan untuk menyambut malam laitul qodar,” ungkapnya.

Tradisi Ini Sangat Di Gemari Oleh Anak” 🙂

Sumber : http://www.oleolangresto.com….

(Visited 65 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *