Tradisi Madura ” Pelet Kandung “

Masyarakat Madura mempunyai banyak tradisi yang sampai detik ini masih terjaga kelestariannya. Salah satu tradisi yang tetap eksis, yakni ritual pelet kandung atau tingkepan yang dilakukan pada kehamilan pertama.

Seiring berkembangnya zaman, tradisi syukuran tujuh bulan usia kehamilan atau yang biasa disebut ‘Pelet Betteng’ di Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih tetap dilestarikan.

Beberapa ritual keagamaan, seperti membaca salawat dan tahlil bersama serta ritual memandikan sang ibu dengan kembang tujuh rupa menjadi kepercayaan masyarakat untuk mendoakan sang bayi yang masih berada dalam kandungan.

Pada saat dimandikan, sang ibu memegang dua kelapa gading (Nyior Gadding), seekor ayam, dan dua telur yang diletakkan di pangkuannya. Kemudian, dua telur tersebut dijatuhkan supaya pecah dengan harapan agar apabila tiba pada waktu melahirkan diberi kemudahan serta kelancaran oleh sang maha kuasa.

“Disini tradisi Pelet Kandung masih tetap terjaga dengan baik. Sebab, tradisi seperti ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, mengingat masih ada bacaan salawat dan tahlil bersama,” ungkap Moh. Ali Wahdi saat ditemui di kediamannya.

Suami dari Harisah ini menambahkan, sebagian besar masyarakat di Pamekasan dan Madura secara umum masih melestarikan tradisi nenek moyang tersebut. Tentu dengan harapan agar anak yang dilahirkan selamat dan normal seperti anak pada umumnya.

“Harapan saya sebagai calon bapak agar istri ketika melahirkan nanti diberikan kemudahan, seperti dalam kepercayaan masyarakat dalam pelaksanaan tradisi ini,” katanya.

(Visited 1,042 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *