Pesona Batik Madura

Dari empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) di Madura, sebenarnya semua kabupaten mempunyai pengrajin batik dengan ciri khasnya. Tetapi yang paling intensif dalam pemasaran, dan juga jumlah pengrajin yang cukup banyak ada di dua kabupaten yaitu Bangkalan dan Pamekasan.

Dan, setiap kabupaten mempunyai ciri khas masing-masing. Secara sekilas, batik Bangkalan lebih berwarna gelap dengan pewarnaan alami, desainnyapun cenderung konservatif dan klasik seperti desain lama, corak lebih kasar tetapi detail dan penuh, sedang untuk batik Pamekasan, lebih berani memilih warna-warna yang keluar dari ‘pakem’ seperti orange, hijau menyala, ungu, kuning dan warna pop lainnya. Untuk desain juga, batik Pamekasan lebih berani dan bervariasi dan desainnyapun sangat beragam. Pada batik Pamekasan, biasanya juga diisi dengan ‘serat kayu’ atau istilahnya mo’ ramo’ (akar-akaran) pada bagian yang kosong.

   

Gambar sebelah kiri, batik motif Bangkalan, sebelah kanan, batik motif Pamekasan.

Kalau dibandingkan dengan batik lainnya di nusantara, batik Madura akan kelihatan berbeda. Batik Madura sangat berani dalam warna, kontras dan beradu antar warna, desain tidak monoton dan asimetris, penggambaran desain juga naif dan tidak halus. Desain dan warna Itulah yang menjadikan ciri khas batik Madura yang sekarang ramai diburu.

Harga untuk batik Madura sangat bervariasi, mulai dari kisaran Rp 40 ribuan sampai jutaan, tergantung dari kerumitan desain dan teknik pembatikannya (kalau bahan dapat dipastikan, batik mahal akan memakai bahan yang baik tentunya). Survei ke beberapa tempat penjualan di Bangkalan dan Pamekasan, dengan kisaran harga Rp. 100.000,- kita sudah dapat membawa pulang batik dengan motif dan kwalitas yang bagus untuk dapat kita pakai sehari-hari.

Gambar: Batik Tanjung Bumi Gentongan, motif ‘get oget’..

Batik yang mahal dengan harga jutaan biasanya juga membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya, memakai pewarna yang alami (seperti saga dan mengkudu), dibatik dengan 2 kali proses pembatikan untuk luar dan dalam (sehingga tidak ada luar dalam) dan ditempat tertentu seperti Tanjung Bumi Bangkalan, dilakukan perendaman dalam gentong untuk membuat warna lebih awet dan semakin ‘muncul’ apabila dicuci. Teknik gentongan ada di Tanjung Bumi Bangkalan, dan dikenal dengan batik gentongan.

Jangan ragu-ragu untuk banyak bertanya kepada penjual batik Madura. Biasanya mereka akan menjawab dengan sebenarnya mana batik tulis, batik cap ataupun tekstil motif batik. Bahkan sekarang ada batik tulis dan cap. Misalnya, untuk sebagian latar seperti sulur-sulurnya yang memakan porsi sebagian besar area kain memakai batik cap, dan pengrajin menambahkan bunga-bunganya dengan tulis. Batik kombinasi cap-tulis ini yang sekarang beredar (walau tidak banyak), dan penjual tetap menamainya batik tulis. Untuk itu, tanyailah dengan detail, apalagi khusus pemburu batik untuk koleksi agar tidak tertipu.

Gambar: Kalau tidak teliti, batik diatas bisa batik cap-tulis, sebagian besar isian adalah cap, dan batik tulisnya hanya pada gambar bunganya saja.

Untuk membedakan batik tulis dengan batik cap-tulis, bagi yang teliti bisa dilihat dari coraknya, batik cap pasti ada sambungan, dan batik cap juga monoton dan simetris. Batik cap biasanya sudah ada jahitan pada tepian kainnya, sedangkan untuk batik yang murni tulis, tidak ada jahitan pada tepi kainnya.

Nah, sekarang dimana tempat di Madura yang banyak menjual batik-batik tersebut? Beberapa tempat akan saya tulis dibawah, terutama yang masih berupa pasar tradisional, karena harganya yang relatif lebih murah daripada kita berbelanja di toko atau butik batik Madura yang sekarang menjamur terutama setelah adanya jembatan Suramadu. Ditempat-tempat itu kita akan mendapatkan banyak pilihan motif batik Madura dari berbagai kabupaten. Meskipun kita berbelanja batik di Bangkalan misalnya, kita juga bisa mendapatkan batik dari kabupaten lainnya di Madura. Inilah beberapa tempat itu:

Bangkalan

Bangkalan merupakan tempat yang paling dekat dengan Surabaya, setelah menyeberang Suramadu, kita akan memasuki kabupaten Bangkalan. Karenanya, Bangkalan menjadi tempat yang paling berkembang dengan banyaknya pengunjung setelah Suramadu dibuka. Ada banyak tempat kuliner, toko souvenir dan oleh-oleh khas Madura, juga banyak toko batik yang buka di Bangkalan. Saya hanya menuliskan tempat jualan batik yang masih tradisional, seperti berikut:

   

Gambar: Pasar Ki Lemah Duwur

Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan. Letaknya ada di ring road kota Bangkalan, setelah Hypermart Bangkalan Plaza kalau dari arah Surabaya. Kalau dari jembatan Suramadu, kita menuju ke arah kota Bangkalan, dan kurang lebih 6 KM dari simpang Suramadu, sebelum masuk ke kota Bangkalan ada lampu merah simpang Junok, belok kiri yaitu Jalan Halim Perdanakusuma, dan tidak jauh dari simpang Junok kurang lebih 3 KM setelahnya, kita akan menjumpai pasar Ki Lemah Duwur.

Ada banyak pedagang batik madura di pasar itu, dan ada beberapa toko yang besar dan mempunyai koleksi yang lengkap. Harga sangat bervariasi, mulai dari Rp. 40.000,- sampai sekitar 2 jutaan. Jangan ragu untuk banyak bertanya kepada pedagang dipasar tersebut, mereka cukup ramah dan menerangkan asal kabupaten dari batik tersebut, juga mereka membedakan mana yang tulis, cap, dan tekstil motif batik, juga yang cap – tulis.

   

Gambar: Toko di Tanjung Bumi

Tanjung Bumi Bangkalan. Kalau kita langsung ke Tanjung Bumi Bangkalan, kita bisa langsung ke para pengrajin-nya. Tanjung Bumi merupakan kecamatan di Kabupaten Bangkalan, terletak 46 km ke arah utara kota Bangkalan. Dari arah Suramadu, kalau kita menuju ke Pasar Ki Lemah Duwur, di simpang Junok kita belok kiri, maka untuk menuju ke Tanjung Bumi, di simpang junok, kita lurus terus, dan setelah Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan, ada simpang tiga, belok kanan, dan ikuti jalan besar yang ada. Terus, ikuti jalan besar tersebut, kemudian kita akan bertemu simpang tiga berikutnya lalu belok kanan. Itulah jalan poros menuju kecamatan Tanjung Bumi. Sebelum sampai ke Tanjung Bumi, kita akan melewati kecamatan Arosbaya, Klampis, Sepulu dan baru Tanjung Bumi.

Para penjual batik di Tanjung Bumi tersebar di sekitar pasar Tanjung Bumi. Pada saat masuk ke kecamatan Tanjung Bumi, ada toko batik ‘Sumber Arafat’ yang lumayan besar, dan setelahnya ada beberapa toko yang tersebar baik besar dan kecil. Biasanya pengrajin batik-nya juga ada dibelakang toko tersebut. Ada juga yang seperti rumah biasa. Sebelah Polsek Tanjung Bumi ada jalan dimana beberapa rumah pengrajin batik sekaligus penjual bertempat tinggal. Pada gerbang jalan tersebut tertulis ‘Kampung Batik Desa Paseseh’, dan masuki gang tersebut, kita akan disambut dengan banyak rumah tempat pengrajin batik dan sekaligus showroom dari batik hasil kerajinan mereka.

Kampung Batik 2     Kampung Batik 1

Berkunjung langsung ke Tanjung Bumi kita akan dapat memastikan keaslian dari batik tulis tersebut, disamping kita juga bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Kalau dari segi harga, beda tipis dengan yang dijual di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan.

   

Gambar monumen Arek Lancor dan mural yang menghiasi salah satu sudut kota Pamekasan.

Pamekasan

Diantara kota lainnya, Pamekasan merupakan kabupaten yang paling intensif memasarkan batik, dan ingin mengidentikkan kotanya dengan sebutan kota batik. Pamekasan Kota Batik, itu slogan yang diusung. Dan agar gelar itu pantas disandang, Pamekasan memberikan beberapa ruang khusus untuk pedagang batik berjualan. Gapura dan mural bernuansa batik-pun banyak kita jumpai di Pamekasan, menjadikan kotanya terlihat indah dipandang.

Inilah dua tempat yang disediakan oleh pemda Pamekasan sebagai tempat transaksi batik tradisional.

   

Gambar Galeri batik dan suasana ruang dalamnya

Galeri Batik. Berlokasi di Jalan Jokotole Pamekasan. Untuk menuju ke Jalan Jokotole, apabila anda memasuki kota Pamekasan, dipusat kotanya berdiri monumen Arek Lancor yang merupakan landmark kota Pamekasan, putari monumen tersebut dengan mengambil ke arah kanan, kemudian didepan tower PDAM, belok kanan lagi dan langsung ambil kiri, terus, dan setelah lampu merah perempatan, persis setelah jembatan, disebelah kiri, berdiri gedung Perpustakaan Umum Pamekasan, Galeri Batik berada diarea yang sama dengan Perpustakaan Umum tersebut. Terpampang sign board ‘Galeri Batik’. Gedung dua lantai tersebut dikhususkan untuk para pedagang batik, yang menempati lantai dasar dan lantai dua.

Harganya cukup bersaing. Disamping menjual kain batik, pakaian yang siap pakaipun juga banyak dijajakan. Untuk baju misalnya, dengan minimal Rp. 60 ribu kita sudah mendapatkan baju siap pakai dengan kwalitas yang lumayanlah, kalau ingin lebih bagus, yah lebih mahal lagi dong, hehehehe…

   

Gambar Sentra Batik Pamekasan

Sentra Batik Tradisional Pasar 17 Agustus. Berlokasi di Jalan Pamekasan. Kalau dari arah monumen arek lancor, kita mengambil ke arah kiri, melewati Pasar Sore Pamekasan, kemudian kita akan melewati lurus lampu merah pegadaian, setelahnya, didepan SMK Negeri Pamekasan, ada pertigaan, kita ambil ke kanan, lurus, memasuki Jalan Pintu Gerbang dan setelah sekitar 4 km, disebelah kiri ada pasar dan didepannya ada gerbang dengan tulisan Sentra Batik .

Pada hari-hari biasa ada puluhan pedagang batik yang membuka toko disitu, tetapi pada hari pasaran batik, yaitu hari Kamis dan Minggu, tempat ini akan jauh lebih ramai lagi, dimana pengrajin batik juga banyak yang langsung berjualan. Harga sedikit lebih murah, tetapi pandai-pandailah menawar untuk tempat tradisional seperti ini.

Untuk Sampang, tidak ada pasar khusus bagi pedagang batik, beberapa pedagang batik berpencar membuka toko sendiri, itupun tidak terlalu banyak. Sedangkan di Sumenep, ada pasar khusus untuk berdagang batik, yang akan kami buat tulisannya setelah berkunjung kesana, yah doakan aja ada kesempatan untuk mengunjunginya…

(Visited 858 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *