“Pornama e Pinggir Sereng”

Pornama e Pinggir Sereng

Pornama e Pinggir Sereng Menandai berakhirnya pelaksanaan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014 (Closing Ceremony), di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kolaborasi musik tongtong, saronen, karawitan dan topeng serta tari rokat tase’ dengan judul “Pornama e Pinggir Sereng” dipentaskan, Minggu malam (2/11/2014).

Pornama e Pinggir Sereng menceritakan tentang ritus yang lahir di bawah rembulan. Sementara, Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik didaulat untuk melaksanakan ritus dari sebuah peristiwa budaya yang mendandai FKPU telah berakhir. Ritus yang dilakukan dengan cara menyiram air dari sebuah kendi (gerabah tempat air) kemudian memukulkan kendi pada perahu yang dibawa penari.

“FKPU yang dilaksanakan di Sumenep semoga menjadi perekat persaudaraan dalam upaya membangun daerah bersama-sama. Ini juga bagian ijtihat untuk mencintai kebudayaan. Tanpa adanya kebersamaan, dirasa sulit untuk menggapai keberhasilan,” kata Soengkono dalam sambutannya.

Menurut dia, Sumenep memiliki banyak potensi wisata, baik alam, tempat bersejarah maupun religi lainnya yang tidak ada di daerah lain. Oleh karenanya, ia juga berharap tidak bosan untuk selalu berkunjung ke Sumenep. “Semoga panjang umur, tahun 2015 kita bisa bertemu kembali pada FKPU di Situbondo,” pungkasnya.

Sementara, salah seorang wisatawan mancanegara, Lukas asal Polandia mengaku senang datang ke Madura, dan sudah banyak menikmati seni dan budaya yang di miliki. “Saya suka dengan kerapan sapi. Saya juga telah menikmati wisata di Sumenep. Terima kasih,” kata Lukas di arena FKPU.(htn)

Penampilan

Pada malam terakhir FKPU di Sumenep, Minggu malam (2/11/2014), ada empat penampilan yang disajikan

(Visited 105 times, 1 visits today)

Your email address will not be published. Required fields are marked *